banner 468x60

16 Persen Pelajar Jatim Sudah Berhubungan Seks!

98 views
iklan
Isa Ansori

Isa Ansori

Penakita | SURABAYA – Ketua Hotline Pendidikan, Isa Ansori menerangan, kemungkinan jumah siswa hamil yang bakal menjadi peserta ujian nasional (UN) bakal meningkat. Pasalnya, berdasarkan hasil surveinya bersama Yayasan Embun Surabaya (YES), Telepon Sahabat Anak (Tesa), dan Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur ke sejumlah sekolah, menunjukkan bahwa sekitar 16 persen dari 450 pelajar di Jawa Timur mengakui pernah berhubungan seks! Tentu hal ini membuat risiko kehamilan siswa cukup tinggi.

Karena itu, Isa menghimbau kepada seluruh sekolah dan instansi terkait agar bersikap bijaksana, yakni dapat membedakan hak siswa dan hak sekolah dalam persoalan ini. Baginya, memperbolehkan siswa hamil mengikuti UN adalah hak para siswa. Sebab, mereka sudah menempuh pendidikan selama tiga tahun sesuai aturan yang semestinya.

Sedangkan hak sekolah, tambah Isa, bukanlah melarang siswa hamil ikut UN, melainkan dalam hal penentuan kelulusan siswa saja. “Persoalan nanti adanya ruang khusus bagi siswi hamil itu tidak masalah. Yang penting siswi hamil bisa ikut ujian. Namun, untuk permasalahan kelulusan terserah pada sekolah masing-masing,” ungkap Isa.

Sementara itu, Kepala Dindik Jawa Timur, Dr Harun M Si MM mengatakan, tidak ada peraturan yang memperbolehkan atau melarang siswa hamil mengikuti UN. Sebab, prosedur operasional standar (POS) tidak mengatur masalah tersebut, sehingga kebijakan soal siswa hamil dalam UN diserahkan kepada masing-masing Kepala Dindik setempat. “Soal siswi hamil diserahkan ke daerah masing-masing,” katanya.

Hanya saja, lanjutnya, siswa hamil nantinya tidak digabung dengan siswa lainnya pada saat UN. “Mereka boleh ikut ujian. Namun norma sekolah kan ada. Bisa jadi siswa yang hamil ditempatkan di ruang tersendiri dan tidak digabung menjadi satu ruangan dengan temannya yang ikut UN,” ungkap mantan Kepala Disbudpar Jatim ini.ika

author