banner 468x60

2.400 Sarjana Pendidikan Jalani Pendidikan Profesi Guru

395 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | JAKARTA – Sebanyak 2.400 sarjana pendidikan yang diseleksi secara nasional memulai Pendidikan Profesi Guru (PPG) Berasrama di 12 lembaga pendidikan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia yang dibiayai pemerintah mulai Maret 2013.

Program PPG Berasrama ini dijalani calon guru selama 6-12 bulan untuk menyiapkan pendidik yang memenuhi syarat guru profesional. PPG Berasrama tersebar di 12 LPTK, yakni Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Manado, Universitas Negeri Medan, Universitas Pendidikan Ganesha (Denpasar), Universitas Negeri Padang, dan Universitas Pendidikan Indonesia (Bandung).

Supriadi Rustad, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta, Senin (4/3/2013), menjelaskan PPG Berasrama untuk sarjana pendidikan ini sebagai rintisan PPG sesuai UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen. Seperti ketentuan dalam UU Guru dan Dosen, guru Indonesia harus berpendidikan D-IV/S-1 pendidikan ataupun non-pendidikan dan PPG.

“PPG Berasrama ini dibiayai pemerintah. Peserta PPG Berasrama ini merupakan alumni Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal atau SM3T. Mereka diseleksi secara nasional dari sarjana pendidikan yang tersebar di LPTK di Indonesia,” kata Supriadi.

Menurut Supriadi, PPG Berasrama untuk alumni SM3T ini sebagai terobosan untuk menyediakan guru masa depan yang lebih baik dalam kompetensi profesional, pedagogi, kepribadian, dan sosial. “Kemampuan profesional dan pedagogi sudah didapat di LPTK. Tetapi, seorang guru, kan, harus juga kompeten secara kepribadian dan sosial. Kemampuan tersebut digembleng lewat PPG Berasrama,” pungkasnya. kps

author