Ketua PGRI : Kurikulum 2013 Terlihat Gagah Tetapi Dalamnya Bolong

Sulistyo, Ketua Umum PB PGRI

Sulistyo, Ketua Umum PB PGRI

Penakita | JAKARTA – Implementasi Kurikulum 2013 bakal digenjot habis-habis pada tahun 2014. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan Kurikulum tersebut benar-benar utuh di seluruh lapisan sekolah.

Terkait hal itu, Sulistyo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) benar-benar mempersiapkan dengan matang.

“Jika tidak, Kurikulum 2013 terlihat gagah padahal di dalamnya bolong-bolong,” demikian tandasnya.

Sejumlah aspek dalam perubahan kurikulum ini disorot PGRI. Mulai dari kondisi kekurangan guru di sejumlah daerah, lalu perubahan paradigma penilaian siswa untuk jenjang SD dan sederajat.

“Bagaimana guru bisa melakukan penilaian yang menyeluruh, jika rombongan belajarnya gemuk,” ucap Sulistyo. Di sejumlah daerah, Sulistyo masih melihat ada rombongan belajar yang berisi hingga 60 siswa.

PGRI juga menyoroti kesiapan pelatihan guru karena sampai saat ini data pokok pendidikan (dapodik) masih belum beres. Dia menyebutkan Kemendikbud mengklaim guru-guru yang direkrut dalam pelatihan itu sudah siap karena disaring dari dapodik.

“Tetapi nyatanya saat pelatihan banyak guru yang bingung karena disaring dengan cara ‘asal tunjuk’. Karena itu pelatihan guru berikutnya harus lebih baik,” pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof Dr M Nuh menyatakan, pihaknya bakal melibatkan sejumlah organisasi pendidikan melatih guru terkait implementasi Kurikulum 2013. Pada tahun kedua pelaksanaan kurikulum tersebut, Kemendikbud bakal melatih 1,3 juta guru di seluruh Indonesia.

Meski melibatkan banyak pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetap berwenang memberikan standar pelatihan, penyiapan instruktur nasional, dan pembiayaan. Dia mengatakan Kemendikbud akan menyiapkan pola laporan pelaksanaan pelatihan guru untuk implementasi kurikulum baru yang dilaksanakan sejumlah organisasi pendidikan. dde