banner 468x60

Akreditasi Prodi Terkendala Anggaran Pemerintah

371 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Mansyur Ramly mengatakan, hingga bulan Maret ini, sudah lebih 2.589 Prodi yang mengajukan akreditasi, baik dari PTS maupun PTN se-Indonesia. Hanya saja, pihaknya masih belum bisa melakukan kegiatan, mulai dari visitasi (kunjungan), assesor, dan pemberian nilai akreditasi, karena terkendala Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran (TA) 2013 Kemendikbud yang masih bermasalah.

Dengan keluarnya surat edaran (SE) Dirjen Dikti tanggal 1 Maret 2013 bernomor 160/E/AK/2013 perihal Izin Penyelenggaraan dan Akreditasi Prodi, semua Prodi yang belum ada atau masih menunggu nilai akreditasinya keluar sebenarnya bisa dikatakan legal.

“Yang saya khawatirkan justru pihak PT lalai dalam mengurus pengajuan izin akreditasi setelah masa berlakunya SE tersebut habis,” tutur Mansyur kepada PENAKITA.com, Kamis (28/3/2013).

Berkaca dari tahun 2012, ketika BAN PT juga terkendala masalah anggaran untuk melakukan akreditasi, Mantan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu mengatakan, cepat lambatnya proses akreditasi juga bergantung kebijakan Kemendikbud.

“BAN PT tidak memiliki anggaran, Kemendikbud yang menentukan. Kalau pada tahun 2012 lalu ada sekitar enam ribu usulan reakreditasi Prodi dari berbagai PT, namun Kemendikbud hanya menganggarkan untuk sekitar 4.400-an, maka ada sekitar seribu lebih yang belum tuntas,” ungkap Masnyur.

Ketua BAN-PT yang baru terpilih pada tahun 2012 itu pun menyarankan agar calon mahasiswa baru tetap jeli dalam memilih Prodi di PT agar jangan sampai salah. Selain itu, dirinya juga mempersilakan bagi siapa saja yang ingin konsultasi dengan BAN-PT melalui website resminya.

“Intinya kami akan mendorong langkah-langkah Prodi dan institusi biar bermutu termasuk mengedepankan profesionalitas,” tandasnya. ika

author