• Home »
  • Aktualita »
  • Aktor Film ‘Aib #Cyberbully’ Ini Ngaku Jadi Korban Bullying, Begini Kisahnya

Aktor Film ‘Aib #Cyberbully’ Ini Ngaku Jadi Korban Bullying, Begini Kisahnya

Harris Illano (kiri) dan Michael Lie (tengah) berbagi cerita tentang bullying di hadapan murid SMKN 1 Surabaya,

Penakita | SURABAYA – Kasus bullying ternyata banyak terjadi di masyarakat, khususnya anak-anak dan para pelajar. Itu pula yang membuat Michael Lie dan Haris Illano langsung sepakat ketika diajak mendukung film berjudul Aib #Cyberbully.

Film produksi Surya Films dan Anami Films itu bergenre horor psikologi yang mengemas cerita tentang fenomena bullying di media sosial atau cyberbully. ”Semua cast film ini sebenarnya korban bullying juga lho,” ucap Michael Lie di hadapan para siswa SMK Negeri 1 Surabaya, Kamis (2/8/2018).

Pria yang lebih dikenal dengan nama Mickey Lie ini lalu memaparkan proses pemilihan aktor dan aktris yang membintangi film Aib #Cyberbully tersebut. Pihak rumah produksi tak hanya mencari pemain yang jago berakting, tetapi juga para korban bullying.

Dan kebetulan, Mickey termasuk korban bullying. “Jaman SMA saya sering dibully karena tubuh penuh bulu. Saya juga berewokan, ada cambangnya. Jaman itu kan nggak ada anak sekolahan yang bercambang,” tegas Mickey.

Gara-gara sering dibully itulah, Mickey jadi sering mencukur cambangnya. “Bukannya hilang, tapi malah tambah banyak,” katanya sambil tertawa.

Pengakuan serupa dilontarkan Harris Illano. “Saya dipalaki teman sendiri. Selama setahun saya tiap hari dipalaki. Hampir stres jadinya,” ujar Harris.

Harris berpesan kepada seluruh siswa SMK Negeri 1 Surabaya untuk tidak melakukan bullying apa pun bentuknya. Sebab, mungkin itu akan menjadi penyesalan mereka di kemudian hari.

”Siapa tahu ternyata ke depannya kalian dapat pekerjaan dari orang yang kalian bully,” cetusnya.

Kehadiran dua aktor film Aib #Cyberbully ini memang sekaligus menggemakan gerakan anti cyberbully yang menjadi pesan penting dalam film tersebut. “Film ini berdasarkan beberapa kasus bullying di Indonesia, salah satu korban bahkan melakukan aksi bunuh diri karena tak tahan dibully,” ucap Harris.

Ditambahkan pula, ‘Aib #Cyberbully’ adalah film pertama yang mengangkat tentang bullying dalam bentuk film horor. “Horornya lebih ke edukasi tentang bully. Ada satu kasus bully hingga ada korban hingga bunuh diri, dan pelaku bullying merasa bersalah dan dihantui oleh si korban,” urainya.

Untuk menggemakan gerakan stop cyber bully ini, para pemain film Aib #cyberbully bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggelar kampanye di 30 sekolah di 12 kota Indonesia. din