banner 468x60

Alhamdulillah, BOS Madrasah Akhirnya Cair

425 views
iklan

sudjakPenakita | SURABAYA – Setelah menunggu cukup lama, madrasah akhirnya mendapatkan kejelasan terkait dana bantuan operasional sekolah (BOS). Bantuan tersebut dipastikan cair minggu ini. Selain BOS, tunjangan profesi pendidikan (TPP) juga segera dicairkan.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim, M Sudjak menyatakan, DPR RI telah melepas tanda bintang pada anggaran BOS dan TPP yang diajukan Kemenag. Sehingga anggaran tersebut kini telah sampai di Kementerian Keuangan dan siap dicairkan dalam minggu ini.

“Insyallah tidak molor lagi,” tutur Sudjak kepada PENAKITA.com, Kamis (9/5/2013).

Namun, kata dia,  pencairan BOS tahun ini diprediksi tidak akan merata. Sebab, hingga saat ini anggaran yang lolos dari tanda bintang hanya BOS untuk MI dan MTs. Sementara BOS untuk Madrasah Aliyah (MA) masih dibintang atau belum mendapat persetujuan dari DPR untuk bisa dicairkan.

Hal itu bisa dimaklumi, karena program BOS untuk MA masih dibilang baru sehingga perlu ada kajian lebih dalam.”Baru tahun ini ada program BOS MA,” jelas mantan kabid Pekapontren Kanwil Kemenag Jatim itu.

Sudjak menyatakan, minggu depan dia akan bertemu DPR untuk membahas BOS MA. Dia berharap, dewan bisa menghilangkan bintang pada anggaran tersebut, sehingga anggaran itu bisa dicairkan secepat mungkin. Menurut dia, MA juga membutuhkan dana untuk operasional pendidikan.

Sebelumnya, Sudjak menyatakan, anggaran BOS dan TPP dicairkan pada pertengahan April. Namun, sampai waktu yang dijanjikan lewat, dana itu tak kunjung dicairkan. Padahal, sesuai aturan yang ada, dana BOS dicairkan setiap triwulan. “Idealnya memang tiga bulan sekali,” kata Sudjak.

Anggaran yang disiapkan untuk BOS MI dan MTs sebesar Rp 883 miliar. Rinciannya, untuk MI sebesar Rp 493 miliar yang diperuntukkan bagi 850.623 siswa, dan untuk MTs sebesar Rp 390 miliar diperuntukkan bagi 550.182 siswa.

Sedangkan BOS MA sebesar Rp 37 miliar. Anggaran tersebut rencananya dibagikan kepada 66.384 siswa MA se Jatim.

Tahun depan, kata Sudjak, jangan sampai anggaran BOS dibintang karena ini sangat penting untuk operasional madrasah. Apalagi 96,1 persen madrasah di Jatim adalah lembaga swasta yang sangat bergantung pada dana itu. Akibat terlambatnya pencairan anggaran BOS, tak jarang madrasah baik MI maupun MTs yang terpaksa berhutang demi menutupi kebutuhan operasional sekolahnya.

Sementara itu, Kabid Mapenda Kanwil Kemenag Jatim Madhfudh menyatakan, karena molornya pencairan BOS banyak madrasah yang melakukan unjuk rasa. ”Hal itu reaksi dari lamanya pencairan BOS,” ujarnya.

Boleh saja madrasah melakukan demo, karena itu hak mereka. Namun, semua etika harus tetap dijaga.ika

author