banner 468x60

Alokasi Buku Tak Sesuai Jumlah Murid Karena Data Kemendikbud Tidak Akurat

iklan

buku2Penakita | SURABAYA – Karut marutnya alokasi buku pada sekolah-sekolah di Surabaya dimungkinan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggunakan data lama. Karena acuan data siswa di satu sekolah tidak update, maka saat distribusi ada sekolah yang kekurangan buku, ada pula yang kelebihan.

“Kemungkinan pihak Kemendikbud mengacu pada jumlah siswa tahun kemarin. Sehingga, ketika proses PPDB yang diterima jumlah siswanya lebih sedikit dibanding tahun lalu, maka jumlah buku itu berlebih,” kata Eko Prasetyaningsih, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Kabid Dikdas Dindik) Surabaya.

Sedangkan, bagi sekolah yang mengalami kekurangan buku, menurut Eko, saat ini masih dalam proses pendataan untuk nantinya mendapat paket kiriman lagi. “Namun, pengiriman ke sekolah yang kekurangan buku akan dilakukan secara bertahap. Sementara, sekolah yang kelebihan buku, disebabkan oleh data yang dipakai Kemendibud adalah estimasi jumlah siswa tahun lalu yang sekarang siswanya sudah naik ke kelas 2,” ujarnya.

Bagi yang mendapat kelebihan buku, Eko menyatakan tetap dibiarkan di sekolah yang bersangkutan. Karena bisa jadi selama proses pembelajaran ada siswa mutasi yang pindah ke sekolah tersebut. Sehingga, buku itu bisa dimanfaatkan oleh murid-murid yang baru tiba.

“Jadi tidak ada masalah. Biarkan kelebihan buku disimpan masing-masing sekolah. Toh, tahun depan buku itu juga dipakai kembali,” pungkasnya.  adi

author