banner 468x60

Anak Anda Pelaku Bullying? Ini Solusinya!

434 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | SURABAYA –  Mendapati anak mendapat perlakuan tidak menyenangkan di sekolah bisa jadi hal paling memperihatinkan, karena hal tersebut akan mengganggu perkembangan psikis mereka. Lalu bagaimana jika Anda mendapati anak Anda sebagai pelaku bullying di sekolahnya?

Sama halnya dengan mendapati anak yang mendapatkan bullying di sekolah, ternyata pada dasarnya hal ini dapat berdampak yang sama bagi perkembangan psikis anak, terutama pada usia awal masuk lingkungan sekolah. Menurut Mary Beth Wright, Direktur Children’s Programs di Arlitt Child and Family Research and Education Center pada University of Cincinnati, jika tak segera diatasi hal tersebut bisa berdampak sangat buruk.

“Anak usia prasekolah belum sepenuhnya mengembangkan empati, dorongan untuk mengendalikan segala sesuatu, atau kemampuan untuk berbagi. Jadi, kebanyakan dari perilaku agresif mereka ini dilakukan untuk mengetahui apakah perilaku tersebut bisa diterima atau tidak,” ujarnya seperti dikutip dari situs Parenting.

Jika hal ini menimpa anak Anda, jangan panik. Setidaknya Anda bisa mulai melakukan beberapa langkah sebagai berikut:

Tukang Rampas. Anak dengan tabiat ini umumnya memiliki kecenderungan suka mencari perhatian. Saat melakukan hal ini, beri perhatian penuh pada anak dengan pujian tiap kali ia melakukan hal baik. Komunikasikan dengan baik dampak dan akibat dari kebiasaan buruk ini jika sering dilakukan. Dengan demikian anak akan mulai berpikir ulang melakukan hal ini berulang-ulang.

Tukang Ganggu. Saat teman Anda asyik bermain pasir, tiba-tiba anak Anda datang dan merusaknya. Tabiat ini biasanya dilakukan anak dengan tujuan ingin ikut bermain. Beri kesempatan atau biarkan mereka bekerjasama untuk membuat sesuatu, hal ini akan mengurangi agresivitas anak.

Geng Pengacau. Berkumpul dengan sahabat dan mengganggu teman lain yang tak sependapat sangat sering dilakukan dalam beberapa pergaulan anak. Jika hal ini menjadi kendala pendidikan anak Anda, cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuka komunikasi dan memberi tahu dampak buruk jika hal tersebut terus dilakukan. Seperti, jika hal tersebut dilakukan terus lalu siapa yang akan mengajak main dia? adi

author