banner 468x60

Anggaran Pembelian Seragam di APBD Batal Dicairkan. Ini Alasannya!

425 views
iklan

uang-2Penakita | SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya tampaknya berpikir ulang untuk mencairkan dana seragam bagi siswa miskin melalui item pembelian seragam tanpa proses lelang. Padahal anggaran pembelian seragam sebesar Rp 3,5 miliar itu sudah dialokasikan dalam APBD 2013.

Namun, Pemkot kemudian mengalihkan pencairannya melalui anggaran Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda). Pengalihan itu dilakukan lantaran sesuai peraturan presiden nomor 54 tahun 2012 atau keputusan presiden nomor 80 tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, anggaran yang nilainya lebih dari Rp 200 juta harus dilakukan lelang.

Semula Pemkot bersikukuh mencairkan dana seragam tersebut tanpa proses lelang dan dikucurkan langsung ke rekening masing-masing sekolah. Sebab, pemenang lelang diragukan bisa memenuhi kebutuhan seragam masing-masing sekolah yang berlainan motif dan warnanya. Apalagi jumlah seragam bagi siswa miskin di setiap sekolah tidak banyak, yaitu lima persen dari total keseluruhan jumlah siswa.

Agar tidak terjerat kasus hukum, akhirnya Pemkot Surabaya memutuskan memakai anggaran Bopda untuk membeli seragam siswa mitra warga. ”Peraturan Wali Kota untuk itu juga sudah keluar. Intinya, Bopda saat ini tidak hanya dipakai untuk operasional sekolah, tapi juga untuk kepentingan personal,” ungkap Rudy Winarko, Kabid Pendidikan Menengah/Kejuruan Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya.

Mengenai anggaran pembelian seragam Rp 3,5 miliar yang sudah masuk APBD 2013, menurut Rudy, dibiarkan sambil menunggu perubahan anggaran keuangan (PAK). Sementara untuk kekuarangan anggaran Bopda akan ditambah dari PAK APBD 2013.

”Yang penting saat ini kebutuhan siswa miskin terpenuhi, dan tidak menimbulkan masalah hukum,” pungkasnya. ari

author