• Home »
  • Headline »
  • Angkat Kisah Nyata SMA Selamat Pagi Indonesia, Skenarionya Digarap Selama 4 Tahun

Angkat Kisah Nyata SMA Selamat Pagi Indonesia, Skenarionya Digarap Selama 4 Tahun

Para pendukung cerita ‘Say I Love You’ saat jumpa pers di Covention Hall Supermall Surabaya.

Penakita | SURABAYA – Ketika didirikan pada tahun 2007, SMA Selamat Pagi Indonesia memang diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu dan mereka yang tidak mampu. Maka sekolah yang berlokasi di pelosok Kota Batu ini pun diwarnai dengan siswa dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke.

Semua fasilitas di sekolah tersebut mereka peroleh dengan gratis. Dari waktu ke waktu sekolah ini terus tumbuh, dari awalnya hanya menampung 30 murid per-angkatan hingga kini ada 80 siswa per-angkatan.

Mempertahankan sekolah yang muridnya dari beranek latar belakang ini tentu tidaklah mudah. Konflik antar murid pun tak jarang terjadi. Bahkan tak jarang pengelola sekolah menghadapi perilaku putus asa para siswanya.

Dinamika kehidupan di SMA Selamat Pagi Indonesia inilah yang coba direkam lewat film layar lebar berjudul ‘ Say I Love You’. Film garapan sutradara Faozan Rizal itu kini sedang dalam tahapan akhir syutingnya.

“Nyaris tak ada kesulitan menggarap film ini. sebab, para artis pendukungnya sudah sangat profesional,” ujar Faozan Rizal.

Karena itu pula, pria yang sebelumnya sukses menyutradarai film inspiratif kenamaan seperti ‘Habibi Ainun’ dan ‘Soekarno’ ini menggambaran proses pembuatan fim ‘Say I Love You’ ini seperti menyusun puzzle. “Tinggal menempel bagian-bagian yang kosong sesuai karakter tokoh yang diinginkan,” tandasnya.

Proses tidak mudah justru dialami oleh pembuat cerita, Alim Sudio dan Endik Koeswoyo. “Sebelum menyusun cerita saya perlu melakukan riset tentang pasar yang akan menonton film ini seperti apa,” ucap Endik Koeswoyo.

Menyadari proses penyusunan skenario yang cukup sulit itu pula yang membuat Endik lalu meminta bantuan pada Alim Sudio. “Saya harus minta bantuan pada senior saya agar bisa menghadirkan cerita yang pas buat menggambarkan kondisi anak-anak ini dengan baik,” paparnya.

Film produksi Multi Buana Kreasindo yang diharapkan bisa tayang awal tahun depan ini menampilkan para aktor dan aktris yang sudah cukup dikenal. Diantaranya adalah Dinda Hauw, Nadira Octova, Shenina ‘Cinnamon’, Rachel Amanda, dan Olga Lidya. dit