Antisipasi Pemadaman Listrik, Kadindik Kabupaten Malang Telepon PLN

Unas Online rawan terganggu pemadaman aliran listrik

Unas Online rawan terganggu pemadaman aliran listrik

Penakita | MALANG – Meski sama-sama di Kecamatan Kepanjen, Malang, sekolah lain ternyata tidak mengalami pemadaman listrik. Hal itu dipastikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang, Budi Iswoyo yang langsung melakukan pengecekan di sekolah lain begitu terjadi pemadaman aliran PLN di SMAN 1 Kepanjen saat ujian nasional (Unas) hari kedua, Selasa (14/4/2015).

Informasi yang diterima Budi Iswoyo dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yang juga menerapkan Unas CBT (Computer Based Test) atau Unas Online, kegiatan Unas di sekolah tersebut sama sekali tak terganggu. “Saya telpon katanya nggak ada pemadaman listrik. CBT lancar. Jadi meski sama-sama di Kepanjen, aliran pemadamannya tidak sama. Mungkin gardu listriknya beda,” tutur nya.

Untuk menghindari peristiwa yang sama, Budi mengaku sudah menghubungi pimpinan PLN Kepanjen dan mengharapkan tidak ada pemadaman listrik sampai Unas berakhir Kamis (16/4/2015). “Kami tak ingin siswa resah karena ada pemadaman aliran listrik saat konsentrasi mengerjakan soal,” tegasnya.

Sementara CBT di SMK Singosari dan Turen juga tidak ada gangguan. “Untuk Unas biasa/PBT (Paper Based Test) berjalan lancar. Saya melakukan pengecekan juga ke Pujon dan Ngantang,” ujarnya.

Terpisah, Puji Hariwati, Kabid Sekolah Menengah Dindik Kabupaten Malang menyatakan, pada pelaksanaan Unas hari pertama, ada siswa yang tidak datang. Untuk jenjang SMK, Unas diikuti 10.613 siswa. Sedang yang tidak datang di hari pertama, Senin (13/4/2015) sebanyak 39 orang.

Sedang jenjang SMA yang ikut Unas ada 5.766 siswa. Namun yang tidak datang 11 anak. Sedang jenjang MA, Unas diikuti 2.945 siswa. Namun yang tidak datang sebanyak enam orang. Mereka yang tidak datang itu akan mengikuti Unas susulan mulai Senin (20/4/2015) sampai Rabu (22/4/2015). (sum)