banner 468x60

Aplikasi Nutriva, Tawarkan Makanan dengan Kandungan Kalori Pas Buat Tubuh, Juga Ada Konsultan Ahli Juga Lo!

iklan
Annura Ratri Ramadanti, Audrey Gischa Sutanto, dan Muhammad Andhika Adiwidya, mahasiswa Departemen Teknik Industri ITS angkatan 2017 ciptakan aplikasi Nutriva.

penakita.com | SURABAYA – Tak jarang orang makan sesuai keinginannya sendiri, tanpa memerhatikan gizi dan jumlah kalori yang terkandung. Kebiasaan buruk itulah yang memicu tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan aplikasi Nutriva.

Berkat aplikasi pesan antar makanan dengan memperhatikan gizi dan kalori yang terkandung di dalamnya ini pula mereka berhasil menjadi juara pertama Lomba Entrepreneurship and Career Workshop ke-8 yang diadakan Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Airlangga (Unair), awal November lalu.

Pada pelaksanaannya, menurut para kreator yang terdiri dari Annura Ratri Ramadanti, Audrey Gischa Sutanto, dan Muhammad Andhika Adiwidya ini, Nutriva melakukan mitra dengan beberapa pihak seperti jasa transportasi online untuk mengantar makanan, rumah makan untuk penyedia makanan, dan ahli gizi untuk konsultasi.

Baca Juga : http://penakita.com/terinspirasi-orang-diet-dan-pola-hidup-sehat-3-mahasiswa-its-ini-ciptakan-aplikasi-nutriva/

Namun, karena Nutriva bertujuan untuk kesehatan, maka bagi rumah makan yang ingin bermitra dengan Nutriva harus memenuhi standar Nutriva.

Standar Nutriva yang dimaksud adalah mereka tidak mematok jenis bahan makanan apa yang digunakan. Namun lebih kepada jumlah komposisi kalori yang konsisten dalam setiap menu.

“Rumah makan berbasis fastfood pun bisa bermitra, yang terpenting jumlah kalorinya diperhatikan,” tutur Annura Ratri Ramadanti.

Pada awal penggunaanya, papar Annura, setiap orang wajib menuliskan berapa berat dan tinggi badan, umur, jenis kelamin, dan seberapa sering mereka berolahraga untuk mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan.

Kalori yang dibutuhkan akan muncul secara otomatis setelah semua pertanyaan terisi. “Setelah makanan dipesan, aplikasi ini langsung terhubung dengan jasa transportasi online yang akan mengantar makanan mereka,” ungkap pecinta martabak telor ini.

Sesuai dengan janji yang mereka tawarkan, aplikasi ini menyediakan beberapa personal trainer dan juga ahli gizi sebagai konsultan. Dengan merogoh kocek sebesar Rp 60.000 per-bulan guna berlangganan premium atau Rp 20.000 untuk sekali mencoba, pelanggan sudah dapat menikmati fasilitas ini.

“Pelanggan dapat saling berkirim pesan dengan ahli gizi maupun membuat janji secara pribadi. Tetapi untuk tarif janji pribadi ditentukan oleh pihak ahli gizi sendiri,” ujarnya.

Annura menyampaikan bahwa tidak hanya konsultan dan kalkulator kalori yang menjadi keunggulan dalam produk ini. Tips olahraga di rumah dan fakta-fakta menarik dari makanan hadir dalam aplikasi ini.

Dengan aplikasi ini, Annura bersama kedua temannya tersebut berharap agar bisa memberi kesempatan kepada masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah untuk bisa menerapkan pola hidup sehat juga.

“Kami berharap aplikasi ini tidak berhenti saat perlombaan selesai. Kami ingin segera merealisasikannya. Namun untuk saat ini kami masih melakukan pengembangan pada beberapa fitur seperti penyempurnaan pada fitur olahraga,” pungkas Annura.  dit

author