banner 468x60

ARP : Kurikulum 2013 Mereduksi Kreativitas Murid

413 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | JAKARTA – Tak hanya Komunitas Katolik dan Protestan Peduli Pendidikan Indonesia (K2P3I). Aksi penolakan terhadap aplikasi Kurikulum 2013 juga dilakukan Aliansi Revolusi Pendidikan.

Aliansi yang terdiri dari beberapa forum, seperti Federasi Serikat Guru Indonesia,(FSGI), Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), serta Forum Guru Independen Indonesia (FGII) menganggap penerapan kurikulum baru itu tidak sesuai konteks pendidikan sebagai alat untuk mencetak manusia kreatif.

“Draft kurikulum ini melenceng dari keberadaan dunia pendidikan yang sejatinya mendidik murid. Dengan UU ini, pendidikan hanya bermodalkan buku teks belaka!” tandas Retno Litsyari, perwakilan dari FSGI.

Ditambahkan, ada beberapa hal yang bisa mereduksi kreativitas, seperti adanya pengkajian teori matematika berdasarkan ketetapan, bukan logika serta penerapan ilmu fisika yang menggunakan dalil-dalil agama di indonesia.

“Yang aneh adalah matematika berdasarkan ketetapan bukan logika. Selain itu, ilmu fisika berdasarkan dali-dalil agama, bagaimana mau mengkaji fenomena jika mengacu kepada agama? Siapa yang bisa melawan dalil agama?” begitu katanya.

Retno juga melihat ada beberapa hal yang aneh. Antara lain, penghapusan beberapa mata pelajaran oleh pemerintah. Padahal, pelajaran itut berguna untuk memancing kreativitas dan meningkatkan kualitas murid.

“Dalam draft ini tidak jelas mau dibawa kemana karena ada penghapusan beberapa mata pelajaran seperti bahasa Inggris untuk SD, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi di jenjang SMP dan SMA. Padahal, mata pelajaran ini berguna untuk tingkatkan kreativitas dan kualitas murid,” cetusnya. dde

author