Masih TK, Tapi Anak Ini Mampu Pecahkan Rekor Dunia

INDIA – Pemecah rekor dunia untuk keterampilan tertentu tak selalu di dominasi orang dewasa. Paling tidak hal ini dibuktikan oleh seorang anak asal India yang satu ini. Berkat ketekunan berlatih, ia mampu memecahkan rekor Skating Limbo terpanjang.

Dalam catatannya, anak ini mampu melakukan limbo dengan sepatu roda melintasi beberapa kolom mobil. Berasal dari Maharastra, India, anak ini bernama Shreeya Rakesh Deshpande.

Seperti dikutip dari laman resmi the Guinness World Records, seorang gadis berusia 5 tahun asal India adalah satu-satunya orang yang sementara ini bisa melakukannya. Dalam catatan resminya, Rakesh mampu meluncur sangat jauh melewati bawah mobil yang diparkir sejajar dengan teknik.

Dengan keseimbangan yang terlatih dengan baik, ia merengangkan ketua tangan dan kakinya ke samping. Tumubuhnya didorongke bawah hingga wajah dan perutnya hanya beberapa inchi diatas tanah. Mengawali dengan berlari, semua gerakan ini dilakukan dengan sempurna, dan ia mencetak rekor baru skating limbo di bawah mobil terpanjang di dunia.
Dalam rekor Guiness, anak ini mampu melewati bagian bawah mobil dengan ketinggian tak lebih 30 Cm sejauh 48,2 meter. Disaksikan dan disemangati langsung oleh kedua orang tuanya, proses pemecahan rekor kali ini dilakukan di Kolhapur India.

Skating limbo, seperti yang dilakukan Shreeya sebenarnya bukan yang pertama di dunia. Tahun lalu, seorang anak india (juga), pernah mencatatkan diri sebagai skating limbo terpanjang di dunia. Adalah Rohan Ajit Kokane, yang pada bulan februari tahun lalu mampu melakukan dengan catatan 38.68 meter di Mumbai India. adi

Unair Siapkan Beasiswa Rp 4 Miliar

SURABAYA –¬†Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengajak mahasiswanya terus berprestasi. Mereka diminta berlomba-lomba menunjukkan prestasi terutama di bidang akademik. Unair menawarkan beasiswa khusus mahasiswanya dengan total Rp 4 miliar.

“Ini kabar gembira bagi mahasiswa. Tidak hanya kepercayaan pihak ketiga, pemerintah dan BUMN tahun ini melipatgandakan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi Unair,” kata Muhammad Nasih, Wakil Rektor II Unair, Minggu (27/12013).

Nasih mengingatkan kepada seluruh mahasiswa taik perlu cemas jika memang berprestasi. Apalagi mereka dari keluarga kurang mampu akan mendapat prioritas beasiswa tersebut.

Nasih mencatat, ada peningkatan hampir dua kali lipat besaran beasiswa yang tersedia di Unair tahun ini. Lebih besar dari tahun lalu yang mencapai Rp 23 miliar. “Rata-rata BUMN dan industri terintegrasi dengan program CSR mereka,” kata Nasih.

Dalam beasiswa ini, semua lapisan mahasiswa berkesempatan. Tidak memandang mahasiswa dari keluarga dari golongan ekonomi apa pun. Selama dia pintar, cerdas, kreatif, dan aktif organisasi punya peluang. Baik beasiswa dari pemerintah maupun swasta.

Terutama beasiswa dari pihak ketiga (swasta) untuk Unair, besarannya sangat berlimpah. Rata-rata dana beasiswa lebih dari Rp 5 miliar setiap tahun berseliweran di kampus terbesar di Surabaya ini.” Semua mahasiswa mendapat kesempatan yang sama. Yang penting pinter dan aktif,” kata Nasih.

Ditambahkan, Bank Syariah Mandiri (BSM) misalnya, terakhir menggelontorkan Rp 150 juta khusus beasiswa untuk mahasiswa Unair. Beasiswa BSM diperuntukkan bagi mahasiswa dengan empat kategori. Yakni mahasiswa yang pandai, aktif, relawan, dan entrepeneur.

RSBI Bubar, Sister School Tetap Jalan

SURABAYA ¬†–¬†Sekolah-sekolah eks RSBI Surabaya tetap akan melanjutkan kerja sama internasional. Apalagi Pemkot Surabaya selama ini sudah menjalin kerja sama dalam program sister school, yang jadi bagian dari sister city (kerja sama Surabaya dengan kota-kota di dunia yang memiliki karakter sama).

Kepala Dinas Pendidilkan Surabaya, Ikhsan menuturkan, kerja sama internasional di bidang pendidikan sudah berjalan. Banyak sekolah, terutama berstatus RSBI telah menjalin kerja sama tidak saja di bidang belajar dan pembelajaran. Tapi juga budaya hingga pertukaran pelajar.

“Kerja sama sister school adalah terintegrasi dengan sister city. Jadi ada tidak ada RSBI, kerja sama sejumlah sekolah kita dengan sekolah luar negeri jalan terus,” kata Ikhsan, Minggu (20/1/2013).

Sejumlah sekolah sebelumnya sempat cemas dengan dihapuskannya RSBI. Mereka yang sudah terlanjur menjalin kerja sama internasional terancam tak bisa dilanjutkan. Mengingat, apa pun terkait RSBI harus ditanggalkan.

“Banyak hal positif yang bisa didapat dari kerja sama internasional. RSBI boleh bubar, tapi peningkatan mutu pendidikan di sekolah harus tetap jalan. Hal-hal begini, termasuk kerja sama sekolah dengan sekolah luar negeri ya jalan terus,” tambah Ikhsan.