banner 468x60

Awas, Bila Siswa Curang, Sekolah Ikut Kena Blacklist!

311 views
iklan

ujian sekolahPenakita | SURABAYA – Hingga Senin (17/6/2013), seluruh rangkaian persiapan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sudah rampung. Ruangan yang dipakai ujian tulis peserta juga sudah terbagi sesuai nomer peserta.

Soal-soal ujian juga sudah selesai dicetak dan disimpan rapat di sekretariat panitia lokal (panlok) SBMPTN Surabaya di Gedung Robotika, ITS. Untuk proses penjagaan soal, panitia melibatkan puluhan petugas kepolisian.

“Semoga saja lancar hingga selesai,” tutur Bekti Cahyo Hidayanto, Humas SBMPTN dari ITS.

Ditekankan Bekti, peserta pun diharap mempersiapkan diri menghadapai ujian tulis yang dilakukan serentak Selasa-Rabu (18-19/6/2013). Peserta juga diminta bertindak jujur selama menjalani ujian tulis.

Menurut Bekti, panitia SBMPTN akan memperhatikan benar-benar kesamaan foto dengan wajah peserta, terutama mengenai penggunaan kerudung. Jika ada ketidaksamaan seperti di foto tidak berkerudung dan saat ujian berkerudung, panitia akan mengeceknya.

“Memang dimungkinkan peserta beralasan baru pakai kerudung setelah lulus sekolah. Kami tetap akan mengecek kesamaan wajahnya dengan seksama,” cetusnya.

Bila ada gerakan-gerakan mencurigakan yang dilakukan peserta seperti sering memegang telinga, menurut Bekti panitia akan membiarkan peserta tersebut mengerjakan hingga selesai. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu dan memecah konsentrasi peserta lainnya.

“Baru setelah ujian selesai, kami akan memanggilnya dan mengajak ke tempat khusus untuk digeledah,” papar dosen Sistem Informasi ITS. ini.

Pria asal Jombang ini menegaskan, jika terbukti peserta itu berbuat curang seperti berkomunikasi dengan joki, panitia akan memberlakukan sanksi tegas. Selain dicoret dari peserta SBMPTN, sekolah asal peserta ini juga akan diblacklist dalam proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) maupun SBMPTN  tahun 2014 mendatang.

“Ini berdasarkan kesepakatan forum rektor beberapa waktu lalu. Jadi tindakan ini tidak hanya berdampak siswa tapi juga merugikan sekolahnya,” pungkasnya.  ari

author