banner 468x60

Awas! Peredaran Narkoba di Jatim Nomer 3 se-Indonesia

454 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Peredaran narkoba kian merajalela dan seakan tak bisa terbendung. Di Jawa Timur tingkat kerawanan narkoba ini bahkan masuk peringkat ketiga setelah Jakarta dan Jawa Barat.

“Narkoba sangat berbahaya. Karena itu, perlu peran serta semua pihak untuk memberantasnya,” kata Komjen Anang Iskandar, Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) di Polda Jatim, Rabu (13/2/2013).

Anang Iskandari mengaku narkoba tidak bisa semerta-merta dihentikan. Butuh proses panjang dan sulit untuk menanggulanginya.

“Pengguna narkoba harus direhabilitasi, bukan dihukum. Dan untuk mengarahkan pengguna ke proses rehabilitasi butuh peran orang terdekatnya, seperti orangtua, sahabat, saudara dan sebagainya,” begitu ujarnya.

Anang menegaskan,”Yang perlu dihukum berat adalah pengedarnya. Karena itu, dalam undang-undang narkotika, pengedar narkoba diancam hukuman minimal 4 tahun.”

Selanjutnya Anang juga mengingatkan, penyidikan yang dilakukan kepolisian, jaksa dan penegak hukum lain yang menangani kasus Narkoba tidak boleh terlalu lama. Prosedurnya sudah ada, penyidik maksimal tiga hari harus sudah menyerahkan barang bukti atau menyampaikan ke jaksa terkait barang bukti narkoba yang sedang ditanganinya.

“Untuk jaksa, waktunya tujuh hari harus sudah membuat surat penetapan pemusnahan barang bukti narkoba yang ditangani,” tutur Anang sambil menegaskan, jika penyidik tidak melaksanakan tugasnya sesuai prosedur yang ada bisa kena pidana.

Narkoba memang satu-satunya perkara yang memiliki ketentuan seperti ini. Pada kasus-kasus kejahatan lainnya, tidak demikian.

author