banner 468x60

Awas, Sindikat Joki Akan Tembus SBMPTN

389 views
iklan

umm1Penakita | MALANG – Calon mahasiswa yang terlibat aksi perjokian saat tes masuk Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipastikan tak punya kesempatan lagi masuk perguruan tinggi tersebut. Civitas akademikan UMM tidak mentolerir aksi curang seperti yang dilakukan sindikat perjokian dan berhasil terungkap, Senin (13/5/2013) lalu.

“Jika waktu akan masuk saja perilaku mereka seperti itu, bagaimana bila jadi sarjana?” celetuk Muhadjir Effendy, Rektor UMM.

Muhadjir yakin para joki ini masih akan beraksi khususnya saat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Karena itu, Muhadjir mengingatkan pada perguruan tinggi lain, khususnya negeri yang bulan depan melaksanakan SBMPTN.

“Ini bukan cuma masalah UMM. Tapi semua universitas yang akan melakukan seleksi mahasiswa baru,” tegas Muhadjir sambil menambahkan, para joki tersebut diyakini jaringan sindikat besar. Ini dibuktikan dengan para pelaku yang tertangkap mayoritas dari luar Jawa Timur.

Ditambahkannya, tahun lalu UMM pernah menangkap pelaku perjokian, namun mereka berhasil lolos dari jerat hukum karena lemahnya pembuktian. Namun kali ini para pelaku tak bisa berkutik karena petugas menemukan bukti-bukti kuat antara lain berupa alat komunisi yang disembunyikan di alat vital para joki.

Muhadjir berencana melaporkan kejadian di kampusnya itu ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). “Kejadian ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak. Karenanya Mendikbud juga harus tahu kasus ini,” tegasnya. sum

author