banner 468x60

Bagi Sekolah Non-BOS Pengadaan Buku Kurikulum 2013 Jadi Tanggung Jawab Lembaga

iklan

Dana Bos SMP JatimPenakita | SURABAYA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menegaskan bahwa pengadaan buku Kurikulum 2013 akan mengambil lima persen dana BOS. Dana BOS ini akan digunakan untuk pengadaan buku semester ganjil tahun ajaran 2014-2015. Sementara untuk semester genap menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari APBN.

Namun, bagi sekolah yang selama ini tidak mau menerima dana BOS Kemendikbud memberlakukan aturan sendiri. “Untuk sekolah negeri biayanya menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten/kota. Sedang untuk sekolah swasta itu tanggungjawab lembaganya,” ujar Salamun, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Selasa (3/12/2013).

Ditegaskan Salamun, tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak melaksanakan Kurikulum 2013 mulai tahun ajaran 2014. Pengadaan buku kurikulum ini pada tahun ajaran 2014-2015 berlaku bagi seluruh sekolah di Indonesia karena saat itu seluruh sekolah sudah memberlakukan Kurikulum 2013. Di tingkat SD, kurikulum 2013 akan dipakai untuk kelas 1,2,4 dan 5. SMP kelas 7 dan 8 serta SMA/SMK kelas 10 dan 11.

“Intinya, tahun depan semua sekolah harus memakai kurikulum 2013,” demikian katanya menegaskan.

Dan sebagai persiapan pelaksanaan Kurikulum 2013 menyeluruh, LPMP akan menggelar pelatihan guru se-Jatim. Untuk tingkat SD ada 66.600 guru yang akan ditangani sendiri oleh lPMP. Sementara SMP/SMA dan SMK ditangani P4PK, Malang.

Menurut Salamun, kegiatan pelatihan yang dijadwalkan digelar bulan Januari 2013 ini akan menggunakan dana APBN. ari

author