banner 468x60

Banyak PAUD Masih Numpang di Kelurahan

440 views
iklan

PAUDPenakita | SURABAYA – Meski aktivitas pendidikan anak usia dini (PAUD) belakangan kian marak, namun kondisinya masih sangat memprihatinkan. Pasalnya, banyak PAUD yang belum memiliki gedung sendiri. Padahal, keberadaan PAUD terbukti banyak perannya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di masyarakat.

Dari sekitar 860 PAUD di Surabaya, sebanyak 80 persen diketahui belum punya gedung sendiri. Kegiatan PAUD ini akhirnya banyak yang menempati fasilitas yang ada di kelurahan-kelurahan, mulai ruang pertemuan warga kelurahan hingga balai kelurahan.

Akibatnya, murid-murid PAUD ini terpaksa bergiliran menempati ruangan tersebut ketika pihak kelurahan sedang ada kegiatan.
“Kondisi ini tentu cukup memprihatinkan di tengah hiruk pikuk pembangunan dunia pendidikan kita,” tutur Reni Astuti, anggota Komisi C DPRD Surabaya.

Menurut Reni, ketergantungan kegiatan PAUD pada fasilitas di lokasi tertentu, khususnya di kantor kelurahan ini tentu tidak bagus buat kelancaran proses pendidikan PAUD. Apalagi bila ternyata kantor kelurahan itu juga masih berstatus kontrak. Karena itu, Reni yang pernah menjadi Ketua Pembina PAUD Surabaya ini berharap perhatian Pemerintah Kota Surabaya untuk menyediakan fasilitas gedung bagi PAUD.

“Ironisnya, PAUD bisa bubar di tengah jalan atau menjadi kacau bila kontrak tempat Kelurahan itu habis dan harus pindah. Kalau sudah begitu siswa PAUD di tempat itu yang bingung,” tandas politisi dari PKS ini.

Reni berharap Pemkot Surabaya mengalokasikan penyediaan gedung PAUD ini melalui anggaran pembangunan pendidikan. Bantuan penyediaan fasilitas gedung ini sangat mendesak, mengingat pihak Taman Kanak-Kanak kini banyak yang mensyaratkan pendaftaran siswa baru dengan surat keterangan lulus PAUD.

“Bila PAUD sudah memiliki gedung sendiri maka proses belajar PAUD bisa lebih baik dalam mencetak anak pandai dan cerdas. Terlebih melihat semakin besarnya peran sekolah PAUD sudah selayaknya mendapat perhatian lebih besar pula dari pemerintah,” pungkasnya. sum

author