banner 468x60

Banyak yang Bisa Dipelajari dari China. Ini Diantaranya

151 views
iklan

Meutia HattaPenakita | CHINA – Belajarlah sampai ke Negeri China. Harus diakui Negeri Tirai Bambu ini menyimpan banyak pengetahuan yang patut digali.

Hal itu pula yang diakui Meutia Hatta. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan ini memberi contoh, Indonesia dan China sama-sama memiliki kekayaan dan keragaman obat tradisional.

“Namun, China tidak hanya memelihara, tetapi juga mengelola lebih modern, menjaga ketersediaan bahan baku, hingga produk yang dihasilkan tetap kompetitif dan berciri khas China,” tegasnya usai melakukan kunjungan kehormatan ke Sekjen Pusat ASEAN-China Ma Mingqian di Beijing beberapa waktu lalu.

Dalam kaitan menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya dari Negeri China pula, Meutia Hatta mendukung program kerja sama pendidikan vokasi Indonesia-China perlu ditingkatkan guna menghasilkan generasi yang inovatif, kreatif, dan berkarakter.

“Banyak yang bisa dipelajari dari China, terutama etos kerja mereka yang sangat bagus, tangguh, dan kompetitif. Ini bisa dipelajari langsung oleh para peserta didik vokasi melalui program pertukaran peserta didik maupun pengajar,” paparnya.

Melalui program pertukaran itu, lanjut Meutia Hatta, peserta didik dan pengajar dapat melihat pendidikan vokasi di China mengarahkan peserta didiknya untuk langsung terjun ke dunia kerja secara kompetitif. “Tak hanya kreatif dan inovatif, mereka juga bisa belajar bagaimana etos kerja dibentuk untuk membangun China hingga seperti sekarang,” ujarnya.

Sementara Ma Mingqian menyatakan, kerja sama pendidikan vokasi kedua bangsa dapat mendukung tercapainya kemakmuran di kawasan Asia, karena kualitas tenaga kerja kedua bangsa akan relatif setara melalui kerja sama teknik, riset, pertukaran akademisi, transfer teknologi dan pertukaran mahasiswa.

“Kerja sama pendidikan vokasi dapat mempererat hubungan kedua negara dan membuka lebar pintu kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi kedua pihak. Khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang vokasi, sehingga nantinya para lulusan vokasi kedua negara akan siap bertarung di pasar kerja global,” ucapnya.

Kerja sama vokasi Indonesia-China telah dilakukan pada Oktober 2011 ditandai dengan kunjungan enam kepala SMK ke Provinsi Jiangsu yang dilanjutkan MoU antara SMK dengan Vocational Middle School di Provinsi Jiangsu. Pada Juli 2012 sejumlah siswa SMK melakukan magang di sentra industri Provinsi Jiangsu, serta kunjungan 18 kepala SMK ke Shenzhen, Shanghai, dan Beijing untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan otomotif, tata busana dan kecantikan, pariwisata, tata boga, serta industri.

Selain itu, pada Maret 2013, diselenggarakan workshop kemitraan pendidikan vokasi di Jakarta yang diikuti oleh delegasi 12 orang pimpinan perguruan tinggi vokasi dari China. “Dalam kesempayan itu disepakati pula 29 MoU antara peserta workshop Indonesia dan China,” tandasnya. adi

author