banner 468x60

Bayar Rp 10.000 Bisa Ketemu Kuntilanak dan Setan Noni Belanda

554 views
iklan

untag hororPenakita | SURABAYA – Menikmati hidangan makanan dan minuman di kedai yang satu ini sungguh memerlukan keberanian dan mental yang kuat. Pasalnya, suasana kedai yang mencekam dan terkesan horor membuat hati siapa saja yang mengunjunginya menjadi tegang.

Memang unik konsep kedai dadakan bernama Kedai Setan (Ketan) di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini. Bertemakan horor, Ketan didirikan sebagai bagian dari acara festival kebudayaan Jepang atau bunkasai di Untag, Minggu (21/4/2013).

Cukup dengan membayar Rp 10.000, para pengunjung sudah bisa mendapatkan soft drink berupa air kencing genderuwo, dan snack berupa kulit kuntilanak. Yang unik, mereka akan dilayani oleh para pelayan, manager, dan koki yang semuanya berpakaian layaknya hantu.

“Macam-macam setannya, ada setan noni Belanda, setan dari Jepang yang bernama Sadako, yang dari Jawa ada setan pocong, genderuwo, dan lain sebagainya,” tutur Dedy Surahman, penanggungjawab Ketan Untag, kepada PENAKITA.com, Minggu (21/4/2013).

Suasana semakin mencekam, dengan lantunan lagu Jawa tempo dulu, yang membahana di seisi kedai ini. Tak hanya itu, suasan kedai yang gelap gulita, hanya diterangi nyala lilin dan bau-bauan dupa, menyan, serta kembang melati, membuat suasana makan di Ketan menjadi sangat mistis.

Hal inilah yang dirasakan salah satu pengunjung, Adi Riadi asal SMAN 4 Surabaya. Bersama tiga temannya, Adi mengaku tegang masuk dan menikmati sajian makanan di Ketan ini. Bahkan, seorang temannya, Bitaf ketakutan dan sempat urung memasuki ruang kedai. Sayangnya, ungkap Adi, suasana tegang yang dirasakannya terganggu, sebab panitia hanya memberikan batasan waktu menikmati hidangan di kedai ini.

“Salut deh, konsep kedainya keren banget. Karena pengunjung bisa merasakan ketakutan, serem, dan tegang pastinya. Sampai-sampai teman saya jadi takut dan nggak jadi masuk. Lucu juga, tadi sempat digoda dan disenggol-senggol sama pocong dan setan lainnya. Tapi sayangnya, cuma sebentar sih. Coba agak lama makannya, pasti jadi tambah serem,” kata Adi sembari terkekeh.

Setiap tahun digelar, stan horor semacam ini justru menjadi ikon yang banyak diminati pengunjung. Seperti tahun lalu, Dedy menargetkan sedikitnya 100 pengunjung akan mengunjungi stannya. “Tadi kami baru buka pukul 12.00, tapi jumlah pengunjung sudah mencapai 12 orang. Nanti pasti semakin ramai. Untuk kapasitas kedai ini sekitar 8-10 orang,” tukas Dedy.

So, bagi kalian yang suka dengan hal-hal berbau horor dan ingin menikmati hidangan makanan dengan suasana yang berbeda, mencekam, dan tegang, monggo mampir ke stan Ketan di Untag ini.ika

author