banner 468x60

Belajar Sepanjang Hidup Bukan Hanya untuk Lansia

387 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | JAKARTA – Konferensi Para Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara (SEAMEO) ke-47 menyepakati pembentukan lembaga yang mendorong dan mempromosikan pembelajaran seumur hidup. Lembaga bernama Pusat Regional untuk Belajar Sepanjang Hayat (SEAMEO Regional Center for Longlife Learning/CELLL) itu berpusat di Ho Chi Minh, Vietnam.

Lembaga itu akan meriset dan memfasilitasi pengembangan konsep belajar sepanjang hayat sebagai dasar pendidikan. Mereka juga akan memperkuat hubungan Asia-Eropa untuk mempromosikan konsep itu. “Longlife learning merupakan alat untuk mengembangkan kualitas hidup manusia. Sekolah formal di sekolah seperti kita kenal, tidak cukup,” kata Sumalee Sungsri, Guru Besar Pendidikan dari Thailand, Rabu (20/3/2013) malam, sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas, Gesit Ariyanto.

Sesuai namanya, belajar seumur hidup melampuai pengertian pendidikan yang dikenal saat ini, seperti pendidikan formal, nonformal, dan informal. “Lebih dari kombinasi itu. Namun, intinya adalah membuat siapa saja mengembangkan kualitas hidupnya sepanjang hayat,” ujar Sumalee.

Asia memiliki keunikan demografis, antara kaum muda dan lanjut usia. Dalam konteks ini, menurut Direktur Longlife Learning Institute UNESCO Arne Carlsen, pembelajaran sepanjang hayat jangan hanya fokus pada kaum lanjut usia (Lansia), tetapi juga kaum muda yang dikaitkan dengan lapangan pekerjaan.

Yang juga penting, lanjut Carlsen, ada akses yang baik di semua kalangan, baik di kota maupun di luar kota. Keterlibatan pemerintah, swasta, dan lembaga nonprofit mutlak dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

Di tengah pembahasan, delegasi dari Kementerian Pendidikan Filipina menekankan perlunya memastikan target sasaran tentang siapa dan dimana yang akan menerima dampak keberadaan SEAMEO CELLL.

SEAMEO CELLL di bawah Sekretariat SEAMEO itu menjadi pusat regional ke-21. Dari total jumlah pusat kajian itu, 6 di antaranya berpusat di Indonesia, terbanyak di antara negara-negara tuan rumah pusat regional. dde/kompas.com

author