banner 468x60

Berebut Tiket ke Jepang, Adu Kekuatan Transporter di Ajang RoboFest Indonesia Open 2019

iklan
Ratusan peserta RoboFest Indonesia Open adu ketrampilan untuk membuka peluang ikut kompetisi di dunia internasional. (foto-foto: Virgita Kasih Arwinda)

Penakita.com | SURABAYA – RoboFest Indonesia Open 2019 kembali digelar. Kompetisi robot terbesar di Indonesia ini diadakan di Lenmarc Mall Surabaya dari tanggal 29 April hingga 2 Mei 2019.

Kegiatan yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini diikuti oleh 226 peserta yang terdiri dari katagori Primary (SD), Secondary (SMP), dan Open (umum).

Tahun ini acara diselenggarakan oleh sepenuhnya komunitas robot. Terdapat kurang lebih 12 komunitas yang antara lain dari Palu, Yogyakarta, Sumatera Barat.

“Satu tim maksimal dua orang, bisa juga individu. Peserta paling banyak dari Surabaya,” ujar Hendro Yulis, Perwakilan Penyelenggara RoboFest 2019, Rabu, (1/5/2019).

Ada delapan jenis robot yang dilombakan pada event kali ini, yakni Line Follower, RC Battle, Line Maze, Battle Maze, Gathering, Transporter, Sumo, dan Underwater.

“Untuk tahun ini, jenis Robot Sumo dan Underwater merupakan kategori jenis robot baru yang dilombakan dalam event ini,” ungkapnya.

Acara tahunan ini mendapat dukungan dari Kominfo RI dan semua penghargaan pada event ini juga diberikan oleh Kominfo RI.

“Pemenang katagori Transporter dan Gathering akan mendapatkan voucher RoboFest Jepang. Jadi kami punya link di Jepang. Nanti bulan Agustus pemenangnya ikut perlombaan di sana,” paparnya.

Menurut Hendro, penilaian untuk masing-masing katagori tidak sama. Anak-anak memprogram sendiri robotnya untuk menyelesaikan misi yang diberikan pihak panitia.

“Kami bekerjasama dengan PENS, kami minta tolong mereka untuk menjadi juri. Total ada enam juri dalam kompetisi ini,” imbuhnya.

Hendro berharap melalui kegiatan ini anak-anak nantinya siap dalam mempelajari masalah yang terkait dengan robot sehingga di jenjang pendidikan berikutnya mereka tidak mengalami kesusahan.

“Ketika belajar dimulai dari dewasa dalam artian mahasiswa, itu akan sulit. Maka kami hadir untuk menyiapkan mereka belajar sejak dini, dari SD, SMP, SMA agar ketika mahasiswa, mereka sudah siap,” tuturnya.

Selain itu, kegiatan yang juga didukung oleh komunitas robot Asosiasi Robotika dan Otomasi Indonesia (AROI) ini akan bergaung hingga ke pentas internasional. ita

author