banner 468x60

Beri Peluang Fotografer Muda, Pengiriman Karya Diperpanjang

362 views
iklan

lombafotoPenakita | SURABAYA – Masih belum mengirim karya untuk Lomba Foto Hari Anak & Hari Pahlawan? Tak usah gusar. Pasalnya, panitia masih memberi kesempatan hingga Senin (17/11/2014) mendatang.

“Kami melihat banyak momen yang terjadi pada tanggal 9-10 November ini. Karena itu, kami memberi kesempatan pada pegiat fotografi untuk memanfaatkan momen itu dengan baik,”kata Masich Prasetyo, Ketua Panitia Lomba Foto Anak & Story Telling 2014.

Sampai saat ini panitia sudah menerima ratusan karya foto dari berbagai kota di Indonesia. Menurut Muhammad Sujai, salah seorang juri Lomba Foto Hari Anak & Hari Pahlawan, para juri sudah melakukan seleksi tahap awal.

“Kami menerima banyak masukan mengenai agenda kegiatan terkait peringatan Hari Pahlawan di dua hari terakhir. Sebagai media online pendidikan, kami memang harus bisa fleksibel. Apalagi masukan itu datang dari sejumlah pegiat fotografer di kalangan anak-anak SMK multi media. Kami harus beri kesempatan mereka gabung dan menjajal kemampuannya di kompetisi ini,” ungkapnya, Senin (10/11/2014) pagi.

Rentang waktu tujuh hari ini, lanjut Sujai, diharapkan bisa dimanfaatkan betul oleh peserta untuk membuat karya yang lebih bervariasi. “Kami memang beri peluang peserta mengirim lebih dari satu karya. Ini agar mereka bisa mengembangkan bakat fotografi secara maksimal,” ujar Sujai yang sempat mengantongi penghargaan di berbagai lomba foto nasional, seperti Epson Photo Contest, Canon Photo Marathon, dan Vision of Indonesia.

Sebagaimana diberitakan PENAKITA bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Lomba Foto dalam rangka Hari Anak Nasional dan Hari Pahlawan 2014. “Tema besar kami kali ini adalah Hari Pahlawan. Kami ingin tahu seperti apa gambaran sosok pahlawan di mata anak-anak. Karena sosok pahlawan sekarang tentu tak lagi harus menenteng senjata dan bergerilya,” tutur Masich Prasetyo.

Pria yang akrab disapa Pras ini menekankan, di era kemerdekaan ini cakupannya lebih luas. “Guru bisa jadi pahlawan, tukang sapu di jalanan juga pahlawan. Atau bahkan orangtua pun tentu pahlawan juga,” bebernya.

Penanaman sosok pahlawan sejak usia dini itu ditekankan Pras amat penting agar ketika remaja dan dewasa mereka punya wawasan mengenai sosok pahlawan yang mereka idolakan. “Melalui lomba ini diharapkan ada penanaman sikap sejak dini untuk menghargai orang lain dalam kegiatan profesi apa pun dengan standar yang sama. Dengan karya fotografi diharapkan bisa mengedukasi masyarakat tentang semangat kepahlawanan di era kemerdekaan,” pungkasnya. ari

author