banner 468x60

Biaya UKT di UM Bisa Rp 0, di UB Rp 85.000 per-Semester

523 views
iklan

beasiswa1Penakita | MALANG – Besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) tidak sama di setiap perguruan tinggi negeri (PTN). Di Universitas Negeri Malang (UM) misalnya membagi UKT dalam lima kelompok, sedang di Universitas Brawijaya (UB) UKTnya dibagi dalam enam kelompok.

Informasi yang diperoleh PENAKITA.com, dari lima kelompok di UM dibagi dua, yaitu rentang pembayaran mulai dari Rp 0 – Rp 5,5 juta untuk Program Studi (Prodi) Non-Kependidikan, dan Rp o – Rp 5 juta untuk Prodi Kependidikan. Selain itu, ada aturan khusus untuk kelompok I-3, pada semua prodi dikenakan UKT yang sama, yaitu kelompok I Rp 0, kelompok II Rp 1 juta, dan kelompok III Rp 3,5 juta.

“Sedang pada kelompok IV dan V Prodi Kependidikan Rp 4,25 juta, dan Rp 5 juta. Sedang kelompok IV dan V prodi Non-Kependidikan Rp 4,5 juta, dan Rp 5,5 juta,” kata Prof Dr Hendyat Sutopo, Wakil Rektor I UM, Selasa (18/6/2013).

Ditambahkan, ketentuan UKT UM untuk kedua prodi ini telah disahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) setelah melalui keputusan internal UM. “Kami sudah menghitung seluruh biaya kedua prodi tersebut, dan ketemu hasil UKT-nya yang ideal seperti itu,” tuturnya.

Menurut Hendyat, adanya UKT kelompok I yang gratis ini akan dibayarkan oleh mahasiswa yang masuk kelompok IV dan V. “Jadi subsidi silang, agar mahasiswa dari kalangan tidak mampu tetap bisa kuliah,” begitu bebernya.
Sedang di UB, tidak ada ketentuan UKT Rp 0 seperti di UM. Dari enam kelompok yang dibakukan di sivitas akademika ini, untuk kelompok I dan II semua prodi di UB menerapkan biaya yang sama, yaitu Rp 500.000 dan Rp 1 juta. “Untuk kelompok berikutnya berbeda-beda,” tegas Dra Susantinah Rahayu, Kepala Humas UB.

Menurut Santi, perbedaan UKT di kelompok III-VI di semua prodi UB ini telah melalui pertemuan rektorat hingga ke tingkat dekan. “Masing-masing dekan mengajukan UKT-nya, karena unit cost masing-masing prodi berbeda,” ungkapnya.

Santi mencontohkan untuk Prodi Pendidikan Kedokteran (PK), UKT-nya berturut-turut kelompok I Rp 500 ribu, kelompok II Rp 1 juta, kelompok III Rp 12.870.000, kelompok IV Rp 17.160, kelompok V Rp 19.305.000, dan kelompok VI Rp 21.450.000. “Total unit cost prodi PK tentu berbeda dengan Prodi Sastra, misalnya. Karena itu, UKT di UB berbeda-beda,” tutur Santi.

Meski tidak ada Rp 0, lanjut Santi, pembayaran UKT di kelompok I dirasa masih rasional. “Kalau dirata-rata, sebulan hanya menabung Rp 85.000 untuk enam bulan ke depan (satu semester). Dan UKT kelompok I dan II berlaku untuk semua prodi, termasuk PK,” tandasnya.

Sementara itu, sebanyak 5.400 calon mahasiswa telah melakukan daftar ulang ke UM dan UB. Dari jumlah itu, sebanyak 1.500 orang mendaftar di UM dan sisanya, 3.900 orang, mendaftar di UB. Namun jumlah itu masih separo dari total calon mahasiswa yang diterima. Baik UM dan UB masih memberikan waktu sampai Rabu (19/6/2013) untuk melakukan registrasi.

Namun, Santi menyatakan, calon mahasiswa ini masih belum ditentukan besaran UKT-nya. “Kami masih harus melakukan verifikasi lagi data-data pribadi mereka, termasuk visitasi (kunjungan),” ucap Santi. sum

author