banner 468x60

Bila Anak Mogok Sekolah……..

393 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Apa yang Anda lakukan jika satu saat anak kesayangan Anda tiba-tiba tak mau berangkat sekolah. Padahal dia baru beberapa hari merasakan kebersamaan dengan teman-temannya di Taman Kanak-Kanak. Sudah bermacam cara Anda lakukan untuk membujuknya agar kembali ke sekolah dan menjalani aktivitas rutinnya, namun sia-sia.

Tak perlu panik dan kehabisan akal. Situasi ini masih bisa dicari jalan keluarnya. Tetapi, memang perlu kerjasama banyak pihak, baik dari keluarga maupun guru di sekolah, agar bisa berhasil mengajak si anak kembali sekolah.

Tips yang diberikan Vera Itabiliana H Psi, Psikolog Anak dari LPT-UI ini bisa jadi membantu Anda yang punya masalah tersebut:

Dukungan dari Rumah
Perlu ada negosiasi agar anak berangkat dari rumah. Mungkin tidak harus memaksakan anak ke sekolah secara penuh. Kendati juga tak boleh membiarkan anak berada di rumah dalam waktu yang panjang. Kalau terlalu lama dibiarkan di rumah, anak akan semakin sulit kembali ke sekolah.

Upayakan negosiasi dengan penjelasan yang konkrit. Misalnya, anak boleh ke sekolah tanpa seragam, saat di sekolah anak boleh membawa mainan kesukaannya, atau anak boleh pergi ke sekolah untuk sekedar bermain di luar kelas selama waktu sekolah. Dari proses negosiasi ini, lama kelamaan timbul rasa tertarik ke sekolah dan nyaman bersama teman-teman bermain di sekolahnya.

Sesekali waktu, orangtua boleh memberikan reward , misalnya, jika anak bisa pergi ke sekolah secara penuh selama seminggu, anak akan mendapatkan es krim. “Tapi asalkan reward ini bukan setiap hari dan terlalu besar nominal hadiahnya!” tandas Vera.

Dukungan Sekolah
Ada beberapa sekolah yang menyediakan jasa home visit bagi anak-anak yang tidak mau sekolah. Guru sekolah, dapat berkunjung ke rumah menilik anak yang sedang mogok sekolah. Terkadang, Guru juga dapat membawa serta beberapa teman sebaya ke rumah.

Lama kelamaan, anak merasa dicari-cari teman, dan dirindukan lingkungan sekolah, sehingga timbul rasa keterikatan untuk kembali sekolah.

Biasanya, ketika anak mogok di awal-awal tahun ajaran sekolah, pihak sekolah juga mencari tahu alasan mengapa anak tidak pergi sekolah. Misalnya, ada masalah rumah tangga yang membuat anak takut kehilangan orangtua ketika dirinya bersekolah.

“Dari sekian cara yang dapat dilakukan pihak sekolah. Homevisit selama ini cukup efektif dilakukan pada anak yang mogok sekolah,” tegas Vera.

author