Bulan Depan Dindik Jatim Sosialisasi SNMPTN 2014

Dr Harun MSi MM, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur

Dr Harun MSi MM, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur

Penakita | SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur bakal melakukan sosialisasi teknis pelaksanan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) pada Januari 2014. Sosialisasi di tingkat SMA/SMK baik negeri maupun swasta itu dimaksudkan agar tidak ada lagi kesalahan pengisian Pangkalan Data Sekolah Siswa (PDSS).

Kepala Dindik Jatim, Dr Harun MSi MM yakin adanya kesalahan pengisian di PDSS bisa jadi bukan disengaja sekolah, tetapi memang ketidaktahuan sekolah. Karena itu, Harun menilai ancaman blacklist bagi sekolah dari panitia SNMPTN terlalu keras.

“Bisa jadi, sekolah memang tidak mengerti prosedurnya karena memang baru,” cetus mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim ini.

Apalagi, lanjut Harun, saat SNMPTN 2013 sosialisasinya sangat mendadak dan mepet dari proses pendaftaran. “Karena itu saat pelaksanaan SNMPTN mendatang perlu digiatkan sosialisasi lagi,” sarannya.

Terkait dugaan adanya pungutan untuk mendapat pasword, Harun menegaskan hal tersebut harus diusut tuntas. “Masalah ini perlu ditelaah lebih lanjut, tidak boleh dianggap gampang. Dicermati lagi, apakah hal itu dilakukan untuk kepentingan pribadi atau memang ada kepentingan sekolahnya,” tandas Harun.

Harun menekankan, jika memang untuk kepentingan pribadi, tidak selayaknya siswa turut mendapat sanksi blacklist ikut SNMPTN. Dalam kaitan dugaan adanya kecurangan itu pula, Harun mengaku sudah koordinasi dengan panitia SNMPTN dari ITS agar peristiwa serupa tak terulang dalam SNMPTN 2014.

Selain itu, Harun juga berencana melakukan koordinasi dengan kepala Dindik kabupaten/kota se Jatim. Dalam koordinasi tersebut juga akan dibeber sejumlah mekanisme dan prosedur SNMPTN 2014 agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan itu.

Diakui Harun, koordinasi itu harus ditindaklanjuti kabupaten/kota untuk menyosialisasikan SNMPTN di tingkat sekolah, baik negeri maupun swasta sehingga informasi itu tepat sasaran. “Mulai Januari 2014, sosialisasi itu mulai dilakukan sehingga benar-benar dimengerti dan tepat sasaran,” pungkasnya. ari