banner 468x60

Calon Guru Harus Kenal Murid dari Beragam Sosio Kultur

377 views
iklan

Penakita | PADANG – Pakar pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Prof Dr Sapriya MEd mengatakan, pengenalan multikulturalisme harus masuk ke dalam pengembangan kurikulum pendidikan guru di Indonesia. Sebab, setiap calon guru harus mengenal sosok peserta didik yang beragam sosio-kulturalnya.

Pendapatan tersebut disampaikannya Sapriya saat memberikan materi dalam Lokakarya bertemakan Pengembangan Kurikulum Program S1 digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta (FKIP-UBH) Padang, Selasa (12/2).

Menurut dia, agar dapat mengenal sosok peserta didik yang beragam dari sisi sosio-kulturalnya, maka pengenalan tentang multikulturalisme harus masuk dalam pengembangan kurikulum pendidikan guru.

Ia menjelaskan, multukulturalisme mengandung pengertian tentang budaya yang terwujud dalam pola pikir, cara pandang, sikap dan perilaku seseorang yang unik dan berbeda dari orang lain.  Sapriya menyebutkan, keunikan dan keberbedaan peserta didik dipengaruhi oleh nilai-nilai lokal yang dianut oleh sekelompok masyarakat tertentu dan dari mana dia berasal.

Selain itu, lanjut Sapriya, perbedaan budaya juga dipengaruhi oleh identitas yang bisa ditinjau dari gender, agama dan bahasa yang digunakan maupun perkembangan usia peserta didik tersebut. Karena itu, prinsip-prinsip pengembangan kurikulum pendidikan harus mencakup antara lain, keutuhan pendidikan profesional guru, keterkaitan belajar mengajar dan koherensi antar konten kurikulum.

“Lalu, harus ada pengenalan multikulturalisme dan kearifan lokal, pembaharuan dan kesinambungan, fleksibilitas, hak asasi manusia, kesetaraan gender, pendidikan inklusi, kesadaran lingkungan dan demokrasi,” begitu katanya.

Lokakarya pengembangan kurikulum itu, diikuti seluruh dosen dari tujuh program studi di lingkungan FKIP-UBH yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UBH Dr Eko Alfares Z MSAA.

author