banner 468x60

Cara Berpidato Menarik, Tetapi Masaki Tani Pesan Sebaiknya Peserta Pilih Tema Umum, Begini Alasannya

iklan
Masaki Tani, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya saat menyampaikan pesannya di hadapan peserta Lomba Pidato Lomba Bahasa Jepang di Kampus Universitas 17 Agustus 1945. (foto-foto: Lintang Suminar K)

penakita.com | SURABAYA – Topik yang diangkat para peserta Lomba Pidato Bahasa Jepang yang digelar di Graha Wiyata Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, Sabtu (22/06/2019) mendapat perhatian serius Masaki Tani, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya.

Menurut Tani, tema-tema yang dipilih peserta banyak yang menarik. Namun, peserta banyak yang mengangkat pengalaman diri sendiri jadi tema pidato. “Kalau pakai tema pidato dari pengalaman diri sendiri itu bagus, tapi pembahasannya kurang bisa mendalam,” tegasnya.

Karena itu, Tani menyarankan agar peserta pilih tema yang lebih ‘umum’. “Pidato yang menggunakan tema umum, isinya lebih gampang dipahami pendengar awam,” ujarnya.

Walau begitu, Tani menilai kemampuan bahasa Jepang para kontestan semakin meningkat. Karena itu pula kompetisi di tingkat regional ini tingkat persaingannya makin ketat.  

Hal lain yang patut diperhatikan peserta, lanjut Tani, adalah penguasaan materi agar bisa menjawab pertanyaan dewan juri. Tani lalu menyoroti banyaknya peserta yang kesulitan menjawab pertanyaan juri Yazawa Takahiro yang disampaikan begitu peserta usai membawakan pidatonya.

“Ada beberapa dari peserta yang tidak paham pertanyaan sehingga meminta dewan juri untuk mengulang kalimat pertanyaan. Hal itu akan mengurangi nilai,” tandas Tani.

Padahal, Tani mengakui saat berpidato peserta banyak yang berhasil menyampaikannya dengan cara menarik. Sayangnya ketika sesi menjawab pertanyaan juri, kontestan ternyata kesulitan.

“Jadi sebaiknya para peserta lebih giat dalam meningkatkan pemahaman bahasa Jepang untuk ke depannya,” begitu harap Tani.

Kompetisi pidato bahasa Jepang tingkat Jawa Timur yangi digelar Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya ini sudah masuk tahun ke-40. Dan kali ini diikuti 12 kontestan.   

Setelah melalui perundingan cukup lama, juri menetapkan Juara Pertama adalah Novie Purwanti yang membawakan judul ‘Ketidakabadian’.

Disusul peringkat dua, Adhe Putri Nur Wahyudi Ansyah yang mengangkat tema  ‘Kejujuran adalah Harta Seumur Hidup’. Kemudian di peringkat ketiga oleh Nani Kurniasari dengan judul pidato ‘Cara Mencari Cahaya’.

Khusus bagi pemenang juara 1 dan 2 akan mewakili Jawa Timur dalam ajang serupa di Jakarta bulan Juli 2019. Konsul Jenderal Jepang di Surabaya telah menyiapkan hadiah tambahan berupa tiket Pulang-Pergi Surabaya Jakarta, uang saku serta tambahan uang tunai sebagai penghagaan spesial dari Kazuko Nagayama, anggota EJJC (East Java Japan Club). sum

author