banner 468x60

Catat: Pendaftaran Bidikmisi Mulai 17 Februari 2014

441 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | SURABAYA – Pemerintah kembali memberikan kesempatan bagi siswa kurang mampu namun pandai untuk kuliah gratis di perguruan tinggi negeri (PTN). Kesempatan ini diberikan melalui program beasiswa Bidikmisi yang dibuka pada Seleksi Nasional Masuk perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Penerima program Bidikmisi akan mendapatkan beasiswa penuh selama empat tahun dan biaya hidup Rp 600.000 per bulan. Syaratnya? Jumlah pendapatan ayah dan ibu kurang dari Rp 3 juta per bulan. Atau bisa juga pendapatan kedua orangtua Rp 3 juta, tetapi jumlah tanggungan yang harus dihidupi tak lebih dari Rp 750.000 per orang.

“Misalnya pendapatan Rp 3 juta, tetapi memiliki tiga anak yang harus ditanggung pendidikannya. Jadi Rp 3 juta dibagi lima orang (plus orangtua) berarti per orang Rp 600.000. Itu bisa mendaftar bidik misi,” kata Bagus Ani Putra, Humas SNMPTN dari Universitas Airlangga (Unair).

Selain persyaratan finansial, pendaftar Bidikmisi juga harus memenuhi syarat administrasi, di antaranya memiliki surat keterangan tidak mampu. Sedang proses pendaftarannya, masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni melalui link bidikmisi.dikti.go.id setelah melakukan proses pengisian data di Pengkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Proses pendaftarannya pun akan dilakukan bersamaan dengan pendaftaran SNMPTN yakni 17 Februari hingga 31 Maret 2014. Pendaftar Bidikmisi juga mengikuti proses seleksi yang digelar pada 1 April hingga 26 Mei 2014.

Disinggung mengenai kuota, Bagus belum bisa memastikan karena belum ada keputusan dari panitia pusat. Diakui Bagus, saat ini panitia sedang menghitung kuota per PTN, karena pada pelaksanaan sebelumnya ternyata banyak juga PTN yang mampu memenuhi kuota bahkan berlebih, dan ada juga PTN yang tidak memenuhi kuota.

Dalam pelaksanaan SNMPTNI 2013, Unair mendapat jatah 900 mahasiswa baru Bidikmisi, dan jumlah ini mampu dipenuhi Unair. Bagus tidak berani memastikan apakah Unair akan mendapat jatah yang sama pada SNMPTN 2014.

“Asal rasional saja bisa ditambah atau dikurangi,” tegas Bagus yang juga Kepala Pusat Informasi dan Humas Unair. ari

author