Fakultas Kedokteran Borong Penghargaan Duta Unair, Chorisma: Kemenangan Ini Amanah dan Kepercayaan yang Harus Saya Pertanggungjawabkan

Muhammad Fadhel Maulana dan Chorisma Permata Putri Nurazizah saat menerima ucapan selamat atas kemenangannya di ajang Duta Unair 2018.

Penakita | SURABAYA – Setelah melalui proses seleksi cukup panjang dan melelahkan, juri akhirnya menetapkan lima pasangan berhak lolos ke babak grand final pemilihan Duta Universitas Airlangga (Unair). Dan puncaknya, terpilih Juara 1 Duta Unair, Juara 2 Duta Unair, Duta Persahabatan, dan Duta Favorit.

Berdasar penilaian akhir dewan juri, Chorisma Permata Putri Nurazizah, mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2016 dinobatkan sebagai Juara 1 Duta Unair 2018 untuk katagori putri. Sedang, Muhammad Fadhel Maulana, mahasiswa Fakultas Sains dan Tekonologi 2017 menjadi Juara 1 Duta Unair 2018 untuk katagori putra.

“Kemenangan ini merupakan anugerah dari Tuhan, sekaligus amanah dan kepercayaan yang harus saya pertanggungjawabkan,” begitu jawab tegas Chorisma kepada penakita.com usai menerima penghargaan.

Perempuan yang akrab disapa Choco ini mengaku masa karantina menjadi momen terberat saat menjalani proses seleksi Duta Unair. “Tetapi untuk menjadi seorang duta, pasti prosesnya memang tidak mudah,” ujarnya.

Menurut Choco, karantina Duta Unair dilakukan pada akhir pekan. “Kebetulan sekali, karantina duta Unair kemarin juga bertepatan dengan berakhirnya Blok Hematoimunologi. Jadi saya hanya bisa belajar untuk ujian Blok Hematoimunologi selama dua hari,” katanya.

Sementara Fadhel menyatakan saat proses karantina menjadi masa penuh warna buatnya. “Saya bisa berkenalan secara penuh dengan Paguyuban Duta Unair mengenal para alumni yang sangat inspiratif dan berprestasi,” tuturnya.

Selain itu, Fadhel juga sangat menikmati proses ketika dia dan para finalis lainnya saling bahu membahu untuk memperbaiki diri. “Berkat bantuan instruktur saya akhirnya juga bisa mengenal diri sendiri. Saya jadi memahami apa yang orang lain lihat pada diri saya, namun tidak saya sadari. Saya juga jadi lebih mengenal teman-teman sesama finalis,” ungkapnya. dit

Pemenang Duta Unair 2018

Juara 1 Duta Unair :
Muhammad Fadhel Maulana (Fakultas Sains dan Tekonologi 2017)
Chorisma Permata Putri Nurazizah (Fakultas Kedokteran 2016)

Juara 2 Duta Unair :
Abu Rizal Dwikarmono Johan (Fakultas Kedokteran 2016)
Aisyah Putri Rahvy (Fakultas Kesehatan Masyarakat 2017)

Duta Persahabatan :
Kevin Prianto (Fakultas Ekonomi Bisnis 2017)

Duta Favorit :
Selvia Yuliani DRS (Fakultas Kedokteran 2017)

Mahasiswa ITS Manfaatkan Serat Tebu sebagai Pengganti Semen, Simak Prosesnya Seperti Ini

Proses pengujian beton yang menggunakan serat tebu sebagai pengganti semen.

Penakita | SURABAYA –  Bikin bangunan dengan bahan beton dari serat tebu? Temuan baru ini dipapar lewat penelitian dan proses uji coba yang dilakukan mahasiswa Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Melalui terobosan barunya, Dzikrie Fikrian Syah didukung dua temannya M Rifat Hidayat dan Verdi Arya Rahaditya berhasil membuktikan bahwa serat tebu bisa dipakai sebagai pengganti semen. Hasilnya, dipastikan bahwa kuat tarik beton yang mengusung inovasi beton geopolimer ini melebihi beton konvensional.

“Serat tebu dipilih sebagai pengganti semen dengan pertimbangan bahan bakunya mudah didapatkan. Selain itu, kerapatan massa yang rendah membuat serat tebu ini lebih mudah untuk diolah,” kata Dzikrie Fikrian Syah.

Mahasiswa asal Jombang itu menambahkan,“Kami ingin bisa memanfaatkan limbah pabrik gula, terlebih karena kuat tarik dari serat tebu ini ternyata cukup tinggi dan juga tahan karat.”

Dzikrie yang tergabung dalam Tim Sang Makarya bersama M Rifat Hidayat dan Verdi Arya Rahaditya membuat beton dengan mencampur pasir, kerikil dan fly ash di mesin pengaduk beton. Setelah itu, mereka menambahkan larutan aktivator ke dalam campuran tersebut.

“Aktivator ini kami buat dengan melarutkan natrium silikat dan natrium hidroksida di wadah nonlogam,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, serat tebu kemudian ditambahkan dengan perbandingan bahan yakni satu persen fly ash; dua persen kerikil; 0,86 persen pasir; 1,43 persen NaOH; 0,17 persen NaSiO3; dan 0,26 persen serat tebu.

“Proses pembuatan sampai pencetakan beton ini memakan waktu lima belas menit, sedangkan proses perawatan dilakukan sejak beton berumur satu hari sampai 28 hari,” katanya.

Usai beton tersebut jadi, imbuh Dzikrie, dilakukan pengujian kuat tekan dan kuat tarik. Dari pengujian tersebut, kuat tariknya dihentikan saat mencapai 42,5 MPa. Sedangkan kuat tekannya sebesar 14,2 MPa, di mana beton konvensional seharusnya sudah gagal di 4,25 MPa. “Hal ini menunjukkan bahwa kuat tarik beton dari bahan serat tebu tersebut di atas dari beton konvensional yang terbuat dari semen,” ujar mahasiswa penggemar olahraga futsal ini.

Selain itu, dari hasil penelitian yang telah meraih juara satu pada ajang Civil Days yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang tersebut, dihasilkan susut beton yang terbilang kecil. Menurutnya, hal itu dikarenakan beton geopolimer adalah beton dengan kekuatan awal tinggi, yakni sekitar 70 persen kekuatan beton tercapai di umur satu hari.

“Semoga segera ditemukan metode mix design beton geopolimer agar dapat diterapkan di konstruksi bangunan,” tandasnya.  wid

Besok Universitas Airlangga Pilih Duta, Harus Punya IPK 3 dan Jalani Karantina 3 Hari

Duta Unair harus bisa merepresentasikan diri sebagai wakil dari sebuah perguruan tinggi dengan karakter yang baik dan punya nilai akademik bagus.

Penakita | SURABAYA – Ajang pemilihan Duta Universitas Airlangga kembali digelar. Di kompetisi yang sudah berlangsung untuk ke-enam kalinya ini diikuti oleh 80 peserta dari berbagai fakultas.

Setelah menjalani masa karantina selama tiga hari, peserta yang lolos ke babak final akan dihadapkan pada lima orang juri, Rabu (21/11/2018). Di babak puncak ini peserta akan diuji kemampuannya setelah memperoleh beragam pembekalan seperti diantaranya di bidang kepribadian, public speaking, dan juga catwalk atau cara jalan.

“Kompetisi Duta Unair memang terbuka bagi mahasiswa di seluruh fakultas di Unair. Peserta yang masih berstatus mahasiswa S1 ini bisa mewakili fakultas atau atas nama sendiri,” kata Ichwan Firmansyah, Ketua Paguyuban Duta Unair.

Syarat utama yang wajib dipenuhi oleh mahasiswa ketika mendaftarkan diri adalah harus memiliki IPK minim 3. “Itu standar akademik yang tidak boleh dikesampingkan,” tegasnya.

Selama proses seleksi, peserta harus menjalani serangkaian tes di depan juri. “Yang dinilai adalah kepribadian dan karakter. Intinya dia harus punya excellent morality. Untuk itu dia akan menjalani tes bakat dan kepribadian,” paparnya.
selain itu, lanjut pria yang akrab disapa Firman ini, peserta juga menjalani tes tulis. “Tes itu diantaranya untuk mengetahui kadar penalarannya, pengetahuan umum, dan pemahamannya mengenai kampus Unair serta paguyuban,” tandasnya.

Di babak puncak seleksi, para finalis akan dihadapkan pada lima orang juri. Selanjutnya akan dipilih Juara 1, Runner Up, serta Juara Favorit, dan Juara Persahabatan. dit