banner 468x60

Coba Manipulasi Data Bidik Misi? Ini Akibat Fatalnya!

539 views
iklan

bidik misiPenakita | SURABAYA – Ini peringatan bagi peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan mengambil jalur bidik misi di ITS. Bagi mereka yang merasa memanipulasi data diri, disarankan untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Karena verifikasi data calon mahasiswa bidik misi sangat ketat. Dan panitia dipastikan tidak akan mentoleransi bila mengetahui tindakan tidak terpuji tersebut. Namanya akan dicoret dari status mahasiswa ITS dan peluangnya kuliah di PTN tertutup lantaran daftar ulang bidik misi dilaksanakan bersamaan dengan ujian tulis SBMPTN pada 18-19 Juni mendatang.

“Setelah seluruh data diverifikasi, tim akan melakukan visitasi untuk data yang mencurigakan,” tegas Ismaini Zain, Kepala Badan Akademik ITS.

Menurut Ismaini Zain, saat melakukan visitasi tim akan memotret detail mengenai keadaan calon mahasiswa, mulai dari kondisi ruang tamu, kamar tidur, dapur hingga kendaraan. “Saat visitasi yang bersangkutan tentu tak bisa mengelak. Masak punya mobil dan kamarnya ber-AC ngotot masuk bidik misi,”‘ sindirnya.

Tak hanya itu, lanjut Ismaini,”Tim juga melakukan konfirmasi pada tetangga sekitar mengenai keadaan calon mahasiswa tersebut.”

“Jadi kalau merasa memalsu data segera daftar SBMPTN saja melalui jalur reguler. Kalau ngotot masuk bidik misi dengan data palsu dia akan dicoret dan tidak bisa ikut SBMPTN karena ujiannya bersamaan dengan daftar ulang SNMPTN,” tandasnya.

Jatah bidik misi ITS tahun ini sebanyak 800 mahasiswa. Dari jumlah itu 426 kursi sudah diisi dari jalur SNMPTN, dan sisanya diisi dari jalur SBMPTN.

Penghasilan orangtua mahasiswa bidik misi ini maksimal Rp 600.000 per kapita (per tanggungan). Artinya jika penghasilan orangtuanya Rp 2,4 juta dengan dua anak berarti per anak akan mendapat jatah Rp 600.000 sehingga memenuhi ketentuan itu.

Kalau pun penghasilannya lebih sedikit, panitia akan melihat data-data pendukung seperti tagihan PBB, tagihan listrik, tagihan telepon dan tagihan air. ari

author