banner 468x60

Crunchy Turi Cocok untuk Ibu Hamil

534 views
iklan
Jajanan dari bahan kembang turi karya mahasiswa jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya

Jajanan dari bahan kembang turi karya mahasiswa jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya

Penakita | SURABAYA – Salah satu inisiator Crunchy Turi, Rian Tri Widianto menjelaskan, cara membuat Crunchy Turi ini cukup sederhana dan waktunya pun cukup singkat. Agar terasa renyah, dibutuhkan beberapa bahan, antara lain tepung maizena, tepung terigu, tepung peyek dan putih telur. Sedangkan bumbu yang digunakan antara lain, bawang putih, lombok, ketumbar, gula, garam dan air secukupnya.

Prosesnya, lanjut Rian, terbagi dalam tiga tahap. Pertama, seluruh bumbu dilembutkan menjadi satu kemudian disiramkan ke kembang turi yang sudah dibersihkan. Kedua, kembang turi yang sudah dibumbui dibubuhi tepung. Selanjutnya, tahap terakhir adalah menggoreng turi yang sudah bercampur dengan bumbu dan tepung.

“Cepat, dan sederhana. Tapi harus hati-hati dengan api yang dipakai. Sebab jika terlalu besar bisa gosong hasilnya,” tutur Rian kepada PENAKITA.com, Senin (8/4/2013).

Selain rasanya yang enak, dia juga mengaku jajanan ini memiliki nilai gizi yang tinggi. Sebab, Crunchy Turi mengandung vitamin B1, B6, B2, kalsium, folic acid, dan pro vitamin E. Ini menurutnya cocok utk ibu hamil juga untuk yang sulit buang air besar karena kaya akan serat.

Mahasiswa lainnya yang turut andil dalam pembuatan jajanan ini yaitu Dwi Utari mengungkapkan, inovasi ini telah dipilih oleh Dirjen Dikti sebagai pemenang dalam Program Kreatifitas Mahasiswa – Kewirausahaan (PKM-K). “Kami mendapat modal dari Dikti sebesar Rp 5 juta. Modal itu untuk mendirikan usaha dari karya yang kami buat ini,” tutur Dwi.

Dwi menambahkan, setelah modal ini diterima, dia dan teman-temannya akan mendirikan stand di mal atau tempat umum lainnya untuk menjual hasil karyanya itu. Dengan demikian, penjualan akan berjalan lebih optimal dan keuntungan yang didapat pasti lebih besar.

“Kedepan akan ada monitoring dan evaluasi dari Dikti. Jika layak, karya kami ini berkesempatan maju ke Pimnas (Pekan Ilmiah Nasional),” tutur perempuan berjilbab ini.ika

author