banner 468x60

Daftar SNMPTN, Siswa Tak Perlu Lagi Rekomendasi Kepala Sekolah!

455 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | SURABAYA – Ini kabar baru buat siswa SMA dan sederajat yang bakal ikut Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2014. Dalam pelaksanakan SNMPTN nanti, hanya ada dua tahapan, yakni pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh sekolah lalu diverifikasi siswa.

“Selanjutnya, masuk proses pendaftaran oleh siswa tanpa ada rekomendasi lagi dari sekolah,” ungkap Bagus Ani Putra, Humas SNMPTN dari Universitas Airlangga (Unair). Penghapusan rekomendasi ini, diakui, sebagai langkah prefentif atas temuan kecurangan yang dilakukan pihak sekolah dalam SNMPTN 2013.

Pada proses pengisian PDSS, lanjut Bagus, kepala sekolah (kasek) bisa mengisi data sekolah dan siswa melalui laman http://pdss.snmptn.ac.id. Dari sini kasek akan mendapat password setiap siswa yang akan digunakan untuk verifikasi.

Kemudian siswa melakukan verifikasi data rekam jejak prestasi akademik (nilai raport) dengan menggunakan nilai induk siswa nasional (NISN) dan pasword yang diberikan kasek. ”Siswa yang tidak melaksanakan verifikasi maka data rekam jejak prestasi akademik yang sebelumnya diisikan kasek dianggap benar dan tidak dapat diubah setelah waktu verifikasi berakhir,” imbuh Suyatno, Kepala Humas SNMPTN dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Sementara untuk proses pendaftaran, siswa pelamar menggunakan NISN dan password langsung login ke laman SNMPTN. Mereka bisa mengisi biodata, pilihan program studi serta mengunbah pas foto resmi terbaru dan dokumen prestasi akademik jika ada.

Khusus pelamar program studi keolahragaan dan seni harus mengunggah portofolio atau dokumen bukti keterampilan yang diisi oleh kasek dan atau siswa menggunakan pedoman yang dapat diunduh pada laman. Setelah itu siswa pelamar bisa mencetak kartu bukti pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN tanpa harus minta rekomendasi lagi dari kasek.

Rekomendasi ini dihilangkan karena pengalaman SNMPTN sebelumnya banyak kasek yang intervensi siswanya untuk memilih jurusan tertentu, sehingga tidak sesuai kemauan siswa. Selain itu, banyak pula sekolah yang tidak merekomendasikan siswanya, padahal siswa yang bersangkutan sangat bersemangat mengikuti SNMPTN.

Hal itu disebabkan karena keterbatasan pengetahuan kasek tentang teknologi komputer atau internet. ”Sebelumnya banyak sekali siswa yang gagal ikut SNMPTN karena tidak ada rekomendasi kasek. Karena itu rekomendasi dihilangkan untuk mempermudah siswa,” tandasnya. ari

author