banner 468x60

Data Peserta Ujian Kejar Paket dari Bangkalan Dicurigai Bermasalah

559 views
iklan

ujian3Penakita | SURABAYA – Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) atau kejar paket gelombang kedua bakal diselenggarakan bulan Juli mendatang. Namun, Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim mencurigai adanya ketidakberesan dalam daftar nominasi sementara (DNS) peserta ujian kejar yang pengajuannya sudah ditutup sejak Rabu (12/6/2013).

Kecurigaan muncul karena DNS yang diusulkan Bangkalan terlalu banyak. Tidak seimbang dengan angka ketidaklulusan sekolah reguler maupun kejar paket gelombang pertama.

Berdasar catatan Dindik Jatim, ketidaklulusan di Bangkalan pada gelombang pertama untuk Paket C hanya 144 peserta. Sedangkan Paket B (148 peserta), dan Paket A (52 siswa). Tetapi pada pendaftaran UNPK gelombang kedua, Bangkalan mengusulkan sebanyak 444 peserta ujian kejar Paket C dan 560 peserta ujian kejar Paket B. Sedang untuk Paket A pas dengan jumlah ketidaklulusan.

“Di Bangkalan itu yang tidak lulus seluruhnya hanya 344 peserta. Tapi yang didaftarkan di gelombang kedua kok mencapai seribu lebih. Ini perlu dipertanyakan, sebab kalau pun ada tambahan peserta baru, jumlahnya sangat kecil,” ujar Nasor, Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dindik Jatim, Rabu (12/6).

Tingginya DNS ini dikhawatirkan bukan peserta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau pondok pesantren. Dari pengalaman yang ada, kasus semacam itu pernah terjadi dan akhirnya muncul persoalan karena ijazahnya tidak diakui.

“Dulu ini pernah dilakukan oleh salah satu pejabat di Surabaya. Tapi pada pertengahan jabatannya berjalan, ijazahnya dipersoalkan lantaran pihak PKBM tidak mengakui ijazahnya,” beber Nasor.

Atas kecurigaan ini, panitia UNPK gelombang kedua Dindik Jatim meminta agar DNS yang diusulkan diverifikasi ulang. Meski saat ini data tetap diterima, pihaknya mengaku tetap mewaspadai jika benar-benar terjadi kecurangan.

“Diduga, ini permainan di tingkat lembaga. Jadi kalau ketahuan, yang bertanggung jawab juga lembaga.  Namun demikian, kami hanya berhak melakukan verifikasi, yang berhak menolak atau menerima peserta ini adalah panitia pusat,” ucapnya. ari

author