banner 468x60

Dinas Pendidikan Jawa Timur Tunggu SOP Ujian Nasional

403 views
iklan

harun1Penakita | SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) berharap pemerintah pusat segera mengeluarkan Standard Operating Procedure (SOP) terkait pelaksanaan ujian nasional (UN) 2014.

Karena SOP yang nantinya jadi pemandu berbagai berbagai persiapan dan pelaksanaan UN ini belum ada maka pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan (Dindik) tidak berani melangkah apa pun.

“Sampai saat ini SOP belum kami terima,” begitu ujar Dr Harun MM, Kepala Dindik Jatim.

Ditegaskan Harun, apabila SOP sudah ditetapkan, maka pelaksanaan UN pun menjadi jelas. “Penyerahan UN ke daerah ini pun masih belum jelas instruksinya dari Kemendikbud. Apa diserahkan ke daerah seluruhnya mulai dari pendanaan, pembuatan naskah soal, pencetakan soal, distribusi, hingga pemindaian. Tentu ini butuh SOP,” cetusnya.

Menurut Harun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus segera menentukan apakah penyerahan pelaksanaan UN ke daerah meliputi lima hal tersebut atau hanya sebagian. Hal itu dianggap penting lantaran berbagai daerah di Jatim saat ini sedang menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD),” ucapnya mengingatkan.

Alumnus Lemhanas 2008 ini mengatakan, SOP ini ada korelasinya dengan pelaksanaan UN agar daerah bisa menyediakan anggaran untuk pelaksanaan UN. “SOP UN harus segera dikeluarkan oleh Kemendikbud,” tandasnya.

Kalau SOP sudah keluar, lanjut Harun, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan 38 kabupaten/kota di Jatim, termasuk pembagian tugas dalam melaksanakan UN. “SOP ini akan menentukan di sisi mana kewajiban pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” tutur Harun.

Karena itu pula, Dindik Jatim saat ini hanya bisa menunggu kebijakan Kemendikbud. Namun, sembari menunggu, pihaknya sudah melakukan persiapan menjelang UN, diantaranya mengirim Daftar Nominasi Sementara (DNS) peserta UN mulai dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK.

Ditekankan Harun, pihaknya sudah mengirimkan DNS pada bulan Oktober 2013. “Jumlahnya sekitar 1,6 juta siswa,” urainya.

Informasi lain yang diperoleh terkait pelaksanaan UN akan ada perubahan komposisi tingkat kesulitan. Bila tahun lalu 10 persen soal sulit, 70 persen soal sedang dan 20 persen soal mudah, untu tahun 2014 kemungkinan diubah menjadi 20 persen sulit, 70 persen sedang dan 10 persen soal mudah.

Hal lain yang juga berubah, adalah penggantian nama ujian nasional untuk tingkat SD. Pilihan penamaannya adalah ujian akhir sekolah atau ujian sekolah. ari

author