banner 468x60

Dindik Jatim Beri Peluang Siswa Miskin yang Belum Terdaftar BSM Segera Daftarkan Diri

iklan

uangPenakita | SURABAYA – Kuota bagi penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) untuk tingkat SMP di Jawa Timur masih tersisa 1.000 orang yang belum diajukan ke pemerintah pusat. Dari 322.215 kuota yang disediakan pemerintah, baru diajukan sekitar 321.215 siswa.

Karena itu, bagi siswa tidak mampu yang belum tercatat masih punya peluang untuk menerima BSM. Mereka diminta mengajukan diri ke sekolah, kemudian sekolah yang akan melaporkan ke dinas pendidikan (Dindik) kabupaten/kota setempaat.

Menurut Bambang Sudarto, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Pertama dan Pendidikan Menengah Atas Dindik Jatim, kuota 1.000 orang yang tersisa itu sebenarnya sudah ada daftar siswa penerimanya. Namun, mereka belum memenuhi peryaratan yang ditentukan.

Ditambahkan Bambang, pemenuhan persyaratan ini agak lama karena persyaratan pencairan BSM kali ini lebih detail. Jika sebelumnya pencairan dilakukan lewat kantor pos, sekarang melalui Bank Jatim.

Masing-masing siswa harus membuat rekening dengan nama dan alamat lengkap siswa serta orangtua maupun wali murid. KTP orangtua atau wali murid inilah yang dipakai untuk mencairkan di bank bersama siswa yang bersangkutan.

”Format baru ini yang membuat banyak siswa belum menyetorkan datanya, sehingga masih ada 1.000 kuota belum terpenuhi,” tegas Bambang.

Ditekankan Bambang, meski dari 1.000 kuota yang datanya belum masuk ke pusat itu sudah ada daftar siswanya, pihaknya memberi kesempatan bagi siswa miskin yang belum terdata untuk mengajukan diri ke sekolah. ”Nanti dari dinas akan melaporkan itu ke pusat. Kalau memang kuota di pusat masih ada, tetap bisa mendapatkan karena memang bantuan ini kan untk siswa miskin. Jangan sampai siswa yang benar-benar miskin tidak mendapat,” cetusnya.

Ditambahka  pula, bahwa batas waktu pengajuan calon siswa penerima BSM ke pusat diperpanjang dari semula 13 September 2013 menjadi 30 September 2013. “Mulai tingkat SD, SMP, hinggga SMA/SMK diundur sampai 30 September mendatang,” tandasnya.

Besarnya BSM bagi SD/MI adalah Rp 225.000, sedangkan SMP/MTs sebesar Rp 375.000, dan untuk jenjang SMA/SMK/MA adalah Rp 500.000. Besaran dana itu diterima masing-masing siswa per semester. Khusus pemegang Kartu Pengendali Sosial (KPS), ada tambahan manfaat sebesar Rp 200.000. ari

author