banner 468x60

Dindik Provinsi Jatim dan Kanwil Kemenag Tidak Tegas Soal Siswa Hamil

iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | SURABAYA – Para siswa yang kini sedang hamil terancam tidak bisa mengikuti ujian nasional (Unas). Pasalnya Dinas Pendidikan Provinsi Jatim tidak memberikan ketegasan mengenai peluang mereka ikut Unas.

Kepala Dindik Jatim Harun mengatakan prosedur operasional standar (POS) tidak diatur masalah siswa hamil ini. Karena itu dia tidak memberikan instruksi apapun ke sekolah maupun dinas pendidikan kabupaten/kota.

“POS tidak mengatur. Tetapi norma sekolah kan ada. Norma itu ada tertulis dan tidak tertulis,” tegas Harun, Kamis (21/2/2013).

Sepanjang norma sekolah dan dinas melarang siswa hamil mengikuti unas, maka siapapun harus mengikuti. Begitu juga sebaliknya.

Meski pada akhirnya sekolah dan dinas mengizinkan siswa hamil mengikuti unas, Harun menyarankan agar ujiannya dipisah dengan siswa lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan sanksi moral kepada mereka.

Tidak ada ketegasan mengenai bisa tidaknya siswa hamil mengikuti ujian nasional juga berlaku di sekolah madrasah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jatim Sujak juga menyerahkan keputusan itu ke sekolah dan daerah-daerah.

“Intinya kami sama dengan Dinas Pendidikan karena antara Kanwil Kemenag dan dindik itu menyatu,” cetus Sujak, Kamis (21/2/2013).

Apakah tidak khawatir timbul subyektivitas di tingkat sekolah jika wewenang itu diserahkan kesana, menurut Sujak subyektivitas itu akan diatasi dengan proses klarifikasi yang yang dilakukan pihaknya.

“Konteksnya apa melarang, kami nanti klarifikasikan. Harus ada acuannya. Tidak boleh sewenang-wenang,” pungkasnya.

author