banner 468x60

Dindik Surabaya Gandeng Dinkes Antisipasi DB Jelang UN SD

429 views
iklan

demam berdarahPenakita | SURABAYA – Wabah penyakit demam berdarah (DB) yang kini melanda Kota Surabaya, tampaknya membuat ketar-ketir banyak pihak. Tak terkecuali Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya. Sebab, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SD bakal digelar pada 6-8 Mei 2013 mendatang.

Kekhawatiran Dindik Surabaya ini cukup beralasan. Sebab, pada pelaksanaan UN di jenjang SMA/SMK/MA yang lalu, belasan siswa tak bisa ikut UN Utama karena sebagian besar terserang penyakit DB. Akhirnya, mereka pun terpaksa mengikuti UN susulan. Sedangkan di jenjang SMP/MTs, seorang siswa SMPN 3 Surabaya Ahmad Dahlan drop setelah mengikuti UN hari ketiga sebelum akhirnya meninggal juga karena DB.

“Kami memang cukup khawatir berjangkitnya penyakit DB ini,” kata Kepala Dindik Surabaya, Dr Ikhsan S PSi MM, kepada PENAKITA.com, Minggu (28/4/2013).

Karena itu pula, Dindik Surabaya menggandeng pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya dan puskesmas guna mengatasi mewabahnya DB. Bersama kedua instansi tersebut, Dindik Surabaya mengajak masyarakat kerjabakti membersihkan lingkungannya dan melakukan program 3M (menguras, mengubur dan menutup). Dengan begitu, maka perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti bisa dipersempit.

Selain itu, kata Ikhsan, pihaknya juga mengajak pemberantasan DB ini dengan cara lain. Seperti memelihara ikan cupang yang menjadi pemangsa jentik-jentik nyamuk, dan melakukan fogging.

“Tapi kalau fogging, itu terkadang malah bikin nyamuk makin kebal. Jadi pencegahan secara alami seperti memelihara ikan cupang untuk pemangsa jentik, itu jauh lebih efektif,” tutur mantan Kepala Bapemas Kota Surabaya ini.

Ikhsan menambahkan, di Kota Surabaya sendiri, untuk pelaksanaan UN SD diikuti 42.317 siswa, MI sebanyak 3.952 siswa dan paket A sebanyak 159 siswa. Untuk pengawas SD/MI sebanyak 6.705 orang, dan pengawas paket A sebanyak 18 orang.

Untuk pelaksanaan UN ini, Ikhsan meminta agar para siswa menjaga kondisi tubuhnya. Orangtua siswa, juga diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatan putra-putrinya. Sehingga, saat pelaksanaan UNs SD/MI nanti bisa mengikuti dengan lancar.

Sementara mengenai pengambilan naskah UN SD/MI Kota Surabaya dari percetakan akan dilakukan Jumat (3/5). Naskah ini, lantas dibawa ke Polrestabes dan disimpan di polsek setempat. Baru, pada pagi hari H pelaksanaan UN, naskah diambil penyelenggara dari polsek. “Begitu memang prosedurnya,” papar Kabid Dikdas Dispendik Surabaya, Eko Prasetyoningsih.

Menurut Eko, secara umum, persiapan untuk UN ini sudah sejak lama dan sejak awal tahun pelajaran dilakukan. Tinggal pengambilan naskah, hingga pelaksanaan. Untuk siswa SD/MI ini, kelulusan diumumkan 8 Juni 2013.ika

author