banner 468x60

Dindik Surabaya Kerahkan Sebaya Antisipasi Prostitusi Pelajar

66 views
iklan

siswi ILUSTRASIPenakita | SURABAYA – Terungkapnya kasus prostitusi yang melibatkan siswa SMP tak ayal mengguncang dunia pendidikan Kota Surabaya. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, Ikhsan pun langsung turun melakukan koordinasi dengan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak.

Meski demikian, mengenai kelanjutan sekolah para tersangka dan korban prostitusi ini, Ikhsan sepenuhnya menyerahkan pada kebijakan sekolah masing-masing. Menurut Ikhsan, pihak sekolah punya aturan dan tentu juga etika yang disepakati bersama orangtua dan siswa saat masuk sekolah.

Bila sesuai aturan ada ketentuan melarang siswa yang melanggar norma etika untuk bersekolah, maka bisa jadi para tersangka prostitusi ini tidak diperbolehkan melanjutkan sekolahnya. “Itu sepenuhnya otoritas sekolah untuk memutuskan kelanjutan siswa yang terlibat kasus tersebut,” tandas Ikhsan.

Ditambahkan Ikhsan, saat ini tim yang dikoordinir Bapemas KB sedang menelusuri masalah-masalah yang muncul dari kasus ini. Karena para tersangka dan terdakwa masih muda, masa depannya masih panjang sehingga masih ada kesempatan diperbaiki.

Untuk itu Ikhsan berharap ada upaya penanganan sisi psikologis, sosial hingga ekonomi keluarganya. “Terkait ekonomi misalnya kondisi keluarganya pas-pasan. Ini sangat mungkin untuk kami carikan rumah susun,” tuturnya.

Menurut Ikhsan, kasus prostitusi pelajar sudah sering kali terjadi dan berhasil diungkap. Dalam upaya mengantisipasi tindak amoral tersebut, pihaknya sudah membentuk konselor sebaya, yakni komunitas pelajar yang memfasilitasi berbagai masalah di kalangan pelajar untuk dipecahkan bersama.

“Saat ini jumlah anggota konselor sebaya ada 15.000 pelajar. Banyak hal yang sudah ditangani. Dengan kasus ini tentu kami akan semakin menggiatkan komunitas ini,” pungkasnya.  ari

author