banner 468x60

Disiapkan UU untuk Menekan Biaya Pendidikan Kedokteran

444 views
iklan

dokter gigiPenakita | JAKARTA – Ketersediaan dokter spesialis di Indonesia masih kurang. Penyebab utama adalah biaya pendidikan spesialis yang sangat mahal. Untuk itu, pemerintah bersama DPR kini membahas undang-undang yang diharapkan dapat menjadi solusi.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golongan Karya, Popong Otje Djundjunan, mengatakan, selama ini pemegang gelar sarjana kedokteran cukup sulit untuk masuk ke pendidikan spesialis. Salah satunya karena masalah biaya yang mahal.

“Dengan adanya UU ini akan diatur, mereka bisa melanjutkan ke pendidikan spesialis tanpa kesulitan. Harus dipermudah dan tidak terlalu mahal,” kata Otje.

Dengan demikian, kebutuhan dokter spesialis di Indonesia perlahan dapat terpenuhi. Pasalnya, saat ini satu dokter spesialis bisa menangani pasien yang cukup banyak. Padahal dokter spesialis ini sangat dibutuhkan untuk pasien-pasien dengan penyakit yang harus dirawat intensif.

“Satu dokter menangani jutaan orang di Indonesia. Tidak bisa seperti ini. Sebenarnya banyak yang mau jadi dokter dan pinter-pinter tapi terkendala. UU ini nanti akan bisa memberi solusi,” tegasnya.

Dalam UU ini, akan diatur juga standar pendidikan dokter dan spesialis untuk universitas swasta. Apabila tidak memenuhi standar maka universitas yang bersangkutan diberi sanksi. Begitupula jika universitas menaikkan biaya pendidikan semena-mena maka akan ada sanksi.

“Semua ini bisa dilakukan jika sudah ada UU. Jadi jelas kewajiban dan haknya. Untuk pembiayaan, akan ada angka maksimal,” tandasnya.

Seperti diketahui, jumlah dokter spesialis di Indonesia pada tahun 2012 hanya berkisar 18.000 orang dari jumlah total kebutuhan sebanyak 32.000 orang. Sementara pemerintah menargetkan penambahan dokter spesialis baru sebanyak 3.400 hingga 2014 nanti. Dengan kata lain, masih kurang sekitar 10.000 dokter spesialis lagi di Indonesia sampai 2014. kps

author