banner 468x60

Diterima di Pendidikan Dokter? Ini Besar Biaya Yang Harus Dibayar

532 views
iklan

unair - dokterPenakita | SURABAYA – Sebagai program studi favorit, Jurusan Pendidikan Dokter menetapkan biaya cukup fantastis bagi calon mahasiswanya, yaitu Rp 25 juta. Selain Pendidikan Dokter, nilai uang kuliah tunggal (UKT) yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Bebudayaan Nomor 55 Tahun 2013 untuk Pendidikan Dokter Gigi, Kedokteran Hewan, dan Pendidikan Bidan juga cukup tinggi.

Untuk Pendidikan Dokter Gigi yang kelompok ke enam UKT mencapai Rp 22,5 juta/semester. Kemudian Jurusan Pendidikan Bidan dan Kedokteran Hewan yang kelompok keenam mencapai Rp 16 juta/semester.

Angka Rp 25 juta/semester ini cukup fantastik lantaran lulusan SNMPTN ini kebanyakan mahasiswa pintar dari keluarga sederhana. Berbeda dengan jalur kemitraan dan mandiri yang rata-rata ekonomi menengah ke atas.

“UKT sebesar Rp 25 juta/semester itu memang khusus bagi mahasiswa sangat kaya. Kalau saya umpakan itu kelasnya jenderal, jadi sepertinya ini hanya pajangan saja,” tegas M Nasih, Wakil Rektor II Unair sambil menambahkan, pengalaman sebelumnya hampir tidak ada yang bisa melampaui angka itu. Paling-paling hanya ada satu mahasiswa.

Data yang diperoleh PENAKITA.com menunjukkan, seperti jurusan lainnya biaya kuliah di Fakultas kedokteran Unair meliputi tujuh kelompok. Kelompok pertama antara Rp 0 hingga Rp 500.000/semester, berikutnya Rp 1,250 juta, Rp 7,5 juta, Rp 15 juta, Rp 20 juta dan kelompok ketujuh Rp 25 juta/ semester.

Penentuan besaran UKT tersebut, lanjut Nasih, berdasar penghasilan orangtua serta variabel lain seperti jenis pekerjaan orangtua, tagihan listrik tiap bulan, serta jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki.

Mahasiswa yang berasal dari keluarga berkecukupan masuk kelompok II hingga IV, sedangkan yang lebih mampu akan masuk ke kelompok V atau VI. “Kriteria penghasilan orangtua akan kami publikasikan secepatnya, namun yang jelas kami tidak akan membebani mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Untuk mahasiswa yang masuk kelompok VI adalah mahasiswa yang orangtuanya berpenghasilan di atas Rp 20 juta per bulan,” tandasnya. ari

author