banner 468x60

Dosen ITS Ciptakan Permainan Kartu Bertema Pencegahan Covid-19, Ini Manfaatnya

iklan
Rabendra Yudistira Alamin ST MDs, dosen ITS Surabaya menyerahkan card game kepada Arumi Bachsin, Ketua Tim Penggerak PKK Jatim disaksikan Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur.

penakita.com | SURABAYA – Tim dosen dari Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menciptakan sebuah card game. Permainan kartu bertema pencegahan Covid-19 itu diberi nama Palagan.

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, permainan ini dirilis secara resmi di Kantor Gubernur Provinsi Jawa Timur, Selasa (24/11/2020).

Palagan merupakan salah satu produk pengabdian masyarakat yang dihasilkan tim Laboratorium Media Kreatif Digital Departemen DKV ITS. Tim ini terdiri dari lima dosen Departemen DKV ITS yang diketuai Rabendra Yudistira Alamin ST MDs. Empat dosen lainnya adalah Nugrahardi Ramadhani SSn MT, Didit Prasetyo ST MT, Putri Dwitasari ST MDs, dan Nurina Orta Darmawati ST MDs.

“Ada juga mahasiswa dari Departemen DKV dan Departemen Teknologi Informasi ITS yang membantu mengembangkan permainan ini,” ungkap Rabendra.

Nama Palagan dalam permainan ini memiliki arti ‘pertempuran’ dalam bahasa Sansekerta. Rabendra menjelaskan, nama ini dipilih karena mengibaratkan kondisi saat ini sebagai pertempuran melawan sesuatu yang tidak pernah diketahui sebelumnya, yaitu virus Corona.

“Nah di medan perang itu strategi atau apa saja yang dibutuhkan untuk bertempur dapat tergambarkan melalui permainan ini,” ungkapnya.

Permainan ini diakui terinspirasi dari permainan kartu serupa yaitu ‘Sushi Go Party’ karya Phil Walker-Harding yang dirilis tahun 2016. Palagan memiliki 79 kartu dengan berbagai jenis seperti kartu peristiwa, kartu olahraga, kartu proteksi, kartu protokol, kartu gizi seimbang, kartu kebaikan, dan kartu bahaya.

Di dalam semua kartu tersebut memuat deskripsi berupa edukasi pencegahan penularan Covid-19 sesuai jenis kegiatannya.

Permainan ini bisa diikuti dua hingga lima pemain serta memiliki durasi kurang lebih 30 menit. Permainan diawali dengan memisahkan kartu peristiwa dengan kartu lainnya untuk kemudian diletakkan di tengah area bermain secara tertutup.

Setelah itu salah satu pemain dapat membagikan delapan kartu kepada masing-masing pemain yang lain. Fase selanjutnya, salah satu pemain dapat membuka satu kartu peristiwa yang tertutup.

Setelah itu semua pemain memilih salah satu kartu yang mereka miliki dan diletakkan di hadapannya. Selanjutnya, pemain saling memberikan semua kartu yang tidak dipilih ke pemain lainnya searah jarum jam.

“Dari kartu yang didapat, mereka meletakkan satu kartu pilihan di hadapannya. Kemudian saling menukarkan kartu lagi,” paparnya lagi.

Setelah terdapat delapan kartu yang dibuka di hadapan mereka, selanjutnya pemain dapat melakukan penilaian sesuai dengan ketentuan masing-masing jenis kartu.

Pemain yang mendapat nilai terbanyak dapat dinyatakan sebagai pemenang pada ronde tersebut. Permainan dapat berakhir setelah terdapat satu pemain yang sudah memenangkan tiga ronde permainan.

Selain menghasilkan produk berupa kartu permainan, Rabendra juga menjelaskan timnya juga merilis aplikasi yang dapat diunduh secara gratis melalui Google Playstore.

Aplikasi tersebut dapat berguna untuk memperjelas deskripsi singkat yang tertera pada kartu. “Jadi kartunya nanti dapat di-scan sehingga memunculkan deskripsi melalui fitur augmented reality,” tambah dosen yang berkecimpung dalam media berbasis pemainan ini.

Ia pun menambahkan bahwa ke depannya akan melalukan perbaikan lagi terhadap aplikasi Palagan. Diharapkan nantinya di aplikasi tersebut tidak hanya dapat mengeluarkan deskripsi namun juga dapat memainkan permainan tersebut secara digital.

“Termasuk dapat mengeluarkan suara ataupun animasi yang menarik,” urainya. Saat ini ada lebih dari 800 card game Palagan cetakan pertama yang siap disumbangkan kepada masyarakat.

Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur yang juga hadir pada acara perilisan menyambut baik permainan ini sebagai media pembelajaran bagi masyarakat.

“Saya juga siap ke depannya melakukan promosi dengan membuat video tutorial permainan ini secara langsung,” tuturnya mengapresiasi. ana

author