banner 468x60

DPRD Kota Malang Bakal Cermati Kursi Kosong Agar Tidak Diisi ‘Siswa Gelap’

iklan

PPDB 2013Penakita | MALANG – Anggota DPRD Kota Malang bakal mengawasi secara ketat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di wilayah tersebut. Pengawasan itu, terutama kemungkinan adanya ulah oknum yang mencoba bermain-main dengan kursi kosong yang ditinggalkan siswa saat daftar ulang.

“Kami akan awasi pagu-lagu kosong yang kemungkinan nanti ditinggalkan siswa. Komisi kami sudah memikirkan kemungkinan ini sebelum PPDB Online dimulai,” ujar Fransiska Rahayu Budiwiarti, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Selasa (9/7/2013).

Meski demikian perempuan yang akrab disapa Siska ini mengaku, keberadaan kursi kosong ini memang dilematis. “Pihak sekolah memang serba salah. Jika dibiarkan kosong, tentu mematikan kesempatan calon siswa yang berminat menempuh pendidikan di sekolah itu. Tetapi, kalau pun diisi bisa tambah masalah lagi. Apalagi kalau siswanya ini tidak terdaftar PPDB Online sebelumnya,” ucapnya.

Politisi Partai Demokrat ini menandaskan pihaknya bakal meminta hasil penyelenggaraan PPDB Online, termasuk jumlah siswa yang tidak mendaftar ulang. “Dari laporan sementara yang saya terima, belum ada siswa yang tidak daftar ulang. Tidak tahu lagi kalau hari terakhir,” beber Siska.

Sorotan serupa juga muncul dari Malang Corruption Watch (MCW). Menurut Umarul Faruk, Kordinator Badan Pekerja MCW, kemungkinan pagu kosong ini diisi siswa gelap bisa saja terjadi.

“Sejak awal PPDB Online, kami selalu memantau pagu ini sekaligus menganalisa kemungkinan-kemungkinan kecurangan. Termasuk menjual pagu kosong yang ditinggalkan siswa yang tidak mendaftar,” cetus Faruk. sum

author