banner 468x60

Drop Out dari SMKN 8, Siswa Hamil Ini Terpaksa Ikut UNPK

385 views
iklan

unas unpkPenakita | SURABAYA – Kabar mengejutkan datang dari pelaksanaan ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) yang bertempat di SMAN 7 Surabaya. Salah satu peserta, Mawar (bukan nama sebenarnya), asal SMKN 8 Surabaya, yang diketahui hamil, tengah mengikuti ujian tersebut.

Menurut informasi yang terhimpun, Mawar terpaksa mengikuti UNPK, sebab sejak beberapa bulan lalu, dia telah di drop out dari sekolah asalnya. Hal ini agaknya menyalahi pernyataan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang membolehkan siswa hamil ikut UN, dan tidak perlu didrop out dari sekolahnya.

Fakta keberadaan siswa hamil tersebut dibenarkan Koordinator Penyelenggaraan UNPK Wilayah Genteng, Sintowati. Sayangnya, pihak panitia tidak memperbolehkan rekan-rekan pers meliput jalannya UNPK lebih jauh dengan alasan dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya ujian.

“Iya, ada salah satu peserta yang hamil. Dia siswa yang didrop out dari SMKN 8 Surabaya. Kebetulan peserta yang ikut UNPK di sini kebanyakan siswa yang sudah didrop out,” jawab Sintowati singkat kepada PENAKITA.com, Selasa (16/4/2013).

Sintowati menambahkan, banyak juga peserta UNPK di SMAN 7 Surabaya ini yang berlatarbelakang sebagai pegawai Dinas Kota Surabaya, seperti Dinas Pertamanan dan Dinas Kebersihan. Rata-rata tujuan mereka mendapatkan ijazah paket C, adalah untuk meningkatkan jabatan dalam pekerjaan. Sebab, kebanyakan ijazah mereka hanyalah ijazah SMP.

“Ini malah ada peserta yang berusia 53 tahun. Dia bekerja di Dinas Pertamanan Surabaya. Semangatnya tinggi untuk belajar, terbukti selama dua tahun dia rajin ikut kegiatan belajar pendidikan kesetaraan ini, setiap malam hari. Dia mengaku dengan memiliki ijazah setara SMA ini, gajinya bisa naik,” tukas Sintowati.ika

author