• Home »
  • Aktualita »
  • Dua Mahasiswa Universitas Brawijaya Ini Berebut Tiket ke Asean Speech Contest

Dua Mahasiswa Universitas Brawijaya Ini Berebut Tiket ke Asean Speech Contest

Masaki Tani, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya (duduk tiga dari kiri) bersama para peserta Lomba Pidato Bahasa Jepang.

PENAKITA | SURABAYA – Sup bisa jadi pemicu semangat? Bagi Benaldo Casadena Mamesah, sup tak semata makanan. Menu makanan berkuah ini juga menumbuhkan semangat pada dirinya.

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang ini menyatakan, ketika dirinya sedang mengalami gejolak emosional, sang ibu selalu berada di sampingnya untuk menghibur.

Di saat seperti itu, sang ibu menyuguhkan masakan yang sangat dia sukai, yaitu sup. Di tengah nasihatnya agar Benaldo terus giat dan tekun belajar, mereka berdua menikmati makan sup yang hangat. Efeknya ternyata luar biasa. Secara tak sadar emosinya kembali stabil, dan semangatnya pun tumbuh seperti semula.

“Ini pula yang saya tularkan pada orang-orang di sekitar saya,” katanya.

Berkat sup ini pula, Benaldo berhasil mencuri perhatian juri Lomba Pidato Bahasa Jepang Tingkat Jawa Timur ke-39 yang diselenggarakan di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sabtu (5/5/2018).

‘Kokoro Suupu’ (Sup Yang Menyayat Hati) itulah judul pidato yang disampaikan Bernaldo di lomba tersebut. Hasilnya, Benaldo berhasil meraih Juara 1 dan berhak mewakili Jawa Timur untuk mengikuti lomba yang sama tingkat nasional.

Yang juga berhak menjadi wakil Jawa Timur untuk Lomba Pidato Bahasa Jepang ini adalah Armania Bawon Kresnamurti. Berkat pidato yang berjudul ‘Banana No Ki No Youni’ (Bagaikan Pohon Pisang), Armania yang juga dari UB Malang ini sukses menjadi Juara 2.

Dalam pidatonya, Armania mengungkapkan keinginannya menjadi manusia yang berguna bagi sesamanya. “Saya ingin seperti pohon pisang yang serbaguna dari daun, batang, bunga terlebih buahnya. Semua bermanfaat bagi manusia,” tegasnya.

Tak seluruh peserta lomba berasal dari kalangan akademisi. Sri Hindun Rohmah misalnya adalah karyawan Hotel Vasa Surabaya.

Sri Hindun yang menyampaikan pidato berjudul ‘Kachigumi to Makegumi’ (Kaum Pemenang dan Kaum Pecundang ) berhasil menjadi Juara 3. Dalam pidatonya, dia berpesan agar siapa pun tidak membandingkan dirinya dengan yang orang lain.

“Juga jangan menggolongkan diri ke dalam kaum pemenang ataupun kaum pencundang. Kita sebaiknya hidup dengan jalan dan cara kita sendiri,” begitu tuturnya.

Lomba Pidato Bahasa Jepang Tingkat Nasional akan dilaksanakan di Jakarta pada  14 Juli 2018. Selanjutnya peserta yang berhasil meraih Juara I pada tingkat nasional akan diikutsertakan dalam acara Asean Speech Contest yang diselenggaran oleh Japan Overseas Enterprises Association di Jepang.

Lomba pidato kali ini merupakan salah satu dari rangkaian acara peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Jepang-Indonesia. Melalui lomba ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi pembelajar bahasa Jepang dalam mempelajari bahasa Jepang.

“Lomba ini tak hanya dapat lebih mempererat hubungan persahabatan Jepang Indonesia, tetapi khususnya keakraban antara Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dengan para pembelajar bahasa Jepang di Jawa Timur,” ujar Masaki Tani, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya.

Lomba Pidato Bahasa Jepang hasil kerjasama Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya  dengan The Japan Foundation dan didukung  East Java Japan Club, Perhimpunan Alumni dari Jepang (PERSADA) Jawa Timur,  Untag Surabaya serta Beautylabo diikuti 13 peserta dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Negeri Surabaya, Universitas dr. Soetomo, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya (Malang) serta Universitas Pondok Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang dan umum. dit