banner 468x60

Dua Pelaku Demo Universitas Brawijaya Ternyata Penerima Bidik Misi

369 views
iklan

Universitas BrawijayaPenakita | MALANG – Aksi demo jual ginjal untuk membayar SPP yang dilakukan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) langsung direspons Prof Dr Ir Yogi Sugito. Dan dari hasil tim yang diturunkan Yogi menemukan fakta dua dari lima pelaku demo adalah penerima bidik misi.

“Bidik misi itu kan bebas bea, lalu untuk apa mereka mau jual ginjal segala?” cetus Yogi yang saat demo berlangsung di depan Kantor Rektorat sedang berada di Hongkong.

Menurut Yogi, tim verifikasi para mahasiswa yang ingin menjual ginjalnya itu langsung di bawah koordinasi Pembantu Rektor 3 UB, IR HRB Ainurrasyid. “Jika memang terbukti tidak mampu saya sudah siapkan SK supaya mereka bebas biaya,” tandasnya.

Hasilnya, lanjut Yogi, tim verifikasi memperoleh fakta yang berbeda. “Selain dua sudah tercatat penerima bidik misi, sisanya ternyata tidak mengajukan penundaan SPP seperti yang mereka tuntut,” ujar Yogi.

Ditekankan pula, SK yang menyatakan tidak adanya penundaan, keringanan, maupun angsuran pada SPP mahasiswa UB ini sudah berdasarkan temuan-temuan Yogi. “Karena ternyata banyak mahasiswa yang sudah diberikan uang SPP orangtua, tetapi tidak dibayarkan mahasiswa bersangkutan,” tuturnya.

Ditambahkan Yogi, meski sudah ada SK yang menyatakan tidak ada keringanan, tetapi pihaknya tetap fleksibel akan memberikan keringanan. “Asalkan yang menghadap adalah orangtua langsung, bukan mahasiswa,” tandasnyanya. sum

author