banner 468x60

Enam Daerah di Jatim Ini Raih Inklusif Award

495 views
iklan
pendidikan inklusi

Ilustrasi

Penakita | SURABAYA – Penyelenggaraan pendidikan inklusif di Jawa Timur (Jatim) mengalami perkembangan pesat. Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim bahkan mengklaim penyelenggaraan pendidikan inklusif di wilayah ini melebihi target.

”Sebelumnya kami mentarget pelayanan pendidikan inklusif baru bisa menyeluruh tahun 2014, tetapi tahun 2013 seluruh kabupaten/kota di Jatim sudah menyelenggarakan,” ujar Nuryanto, Kabid TKI, SD, dan Pendidikan Khusus Dindik Jatim.

Ditambahkan, pada tahun 2013 telah dibuka 2.000 lembaga inklusi mulai dari tingkat TK/RA, SD, SMP, SMA dan SMK. Bahkan enam daerah di Jatim berhasil meraih Inklusif Award, yakni Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Trenggalek.

Menurut Nuryanto, pendidikan inklusif ini diselenggaraakan di pendidikan reguler dan mampu menampung semua jenis ketunaan. Bahkan di beberapa daerah, sudah mencakup pendidikan anak usia dini, kelompok bermain, TK dan RA.

”Ini melebihi program nasional yang hanya mematok mulai tingkat SD,” tandasnya.

Nuryanto juga angkat topi daerah-daerah yang telah mencanangakan seluruh lembaga pendidikannya adalah pendidikan inklusif seperti Kota Malang dan Kabupaten Gresik. Dengan program ini, tidak ada lagi sekolah yang menolak menampung siswa berkebutuhan khusus.

Sementara di Surabaya, informasi yang diperoleh dari Dindik menyatakan sekolah inklusif sudah tersebar di 50 SD, 20 SMP, dua SMA dan 2 SMK. Meski jumlahnya berpaut jauh antara SD hingga SMA dan SMK, Dindik Surabaya mengklaim seluruh siswa inklusif sudah tertampung.

”Siswa inklusif ini kan hanya satu dua di SD, jadi sudah tertampung di SMP dan SMA karena di SMP atau SMA jumlah kelasnya banyak per tingkatan,” kata Eko Prasetyaningsih, Humas Dindik Surabaya. ari

author