banner 468x60

Ernest Prakasa Dorong Mahasiswa UK Petra Masuk Industri Kreatif, Begini Pesannya

iklan
Ernest Prakasa foto bersama peserta acara Chinesian Milenials in Action yang diselenggarakan UK Petra di Auditorium UK Petra, Rabu (8/5/2019). (foto-foto: Virgita Kasih Arwinda)

iniSURABAYA.com – Komika Ernest Prakasa mengungkapkan bahwa pertumbuhan industri kreatif di Indonesia mengalami pertumbuhan luar biasa menggembirakan.

Apalagi ditunjang hadirnya BEKraf, disebutkan Ernest memberi dukungan pada banyak aspek industri kreatif mulai dari film, game, dan juga kuliner.

Fenomena ini, menurut Ernest, menjadi peluang bagi anak muda yang berminat dalam bidang industri kreatif. “Industri kreatif ini adalah salah satu bidang yang sangat terbuka tanpa memandang latar belakang sosial atau yang lainnya. Industri kreatif itu bebas, bisa dari kalangan mana saja,” begitu tegasnya.

Saat tampil dalam acara Chinesian Milenials in Action (CIA) yang diselenggarakan UK Petra di Auditorium UK Petra, Rabu (8/5/2019) malam, Ernest berpesan bahwa yang terpenting dalam bidang industri kreatif adalah anak muda harus mau dan berani mulai dulu.

“Cari tahu lebih dulu bidang kreatif industri seperti apa yang cocok. Di industri kreatif yang banyak peluang dan kesempatan ini jangan takut untuk mencoba,” cetus aktor yang rajin bikin film komedi ini.

Bagi Ernest, kegagalan itu sudah menjadi hal yang biasa, yang penting berani mencoba dulu. “Ada sebuah kalimat yang harus kalian ingat kalau kalian masih merasa takut, yakni ‘What the worst think that can happen?’,” ucapnya.

Yang paling menggembirakan ketika seseorang menetapkan pilihan terjun ke dunia industri kreatif, lanjut Ernest, yang bersangkutan tidak perlu harus pergi ke ibukota.

“Tergantung kita mau terjun ke industri kreatif yang mana. Misalnya, aktor kalau nggak tinggal di Jakarta ya gimana mau kerjasamanya? Susah.

Tetapi, masih kata Ernest, kalau pilihannya adalah penulis skenario bisa dilakukan dari mana saja. “Jadi harus riset dulu, untuk bidang yang kita tekuni itu perlu untuk ke Jakarta atau tidak,” imbuhnya.

Sementara Theodoron Fredrik selaku ketua panitia pelaksana acara ini mengatakan bahwa melalui acara ‘Chinesian Milenials in Action’ ini mahasiswa bisa ambil peran dalam membawa isu-isu budaya untuk menjadi karya yang bisa laku di dunia industri kreatif.
“Karya-karya yang ditampilkan nantinya bisa dari keresahan-keresahan yang ada pada mahasiswa itu lalu dituangkan ke dalam karya yang dapat diterima di industri kreatif Indonesia,” ujarnya.

Sedang Julia Eka Rini, Ketua Program Studi Magister Sastra UK Petra memberi kesempatan kepada mahasiswanya yang suka menulis atau berkarya dalam bidang industri kreatif untuk mewujudkan keinginannya.

“Kami memulai dengan pembuktian bahwa Magister Sastra bisa terjun ke industri kreatif dengan karya-karya yang mereka miliki. Bisa berupa naskah film, novel, atau lainnya. Dan tentunya kami memberikan mereka gelar Magister Sastra bagi mereka yang telah menyelesaikan studinya,” kata Julia Eka Rini.

Menurutnya, pekerjaan tidak semata-mata soal mencari uang. Tetapi ada banyak hal yang bisa digali lebih dalam. “Kami berharap mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi dirinya dan juga bagi orang lain,” pungkasnya. ita

author