banner 468x60

Facebook Bisa Picu Rasa Kesepian

445 views
iklan

JERMAN – Penelitian terbaru menyebutkan bahwa melihat foto-foto liburan, kehidupan asmara dan keberhasilan karir teman-teman di Facebook dapat menimbulkan rasa iri yang bisa memicu perasaan kesepian dan sengsara. Studi yang dilakukan dua universitas ternama di Jerman mendapati munculnya rasa iri mendalam akibat Facebook dan memberikan landasan perbandingan sosial yang belum pernah ada sebelumnya.

Para peneliti dari Humboldt University, Berlin dan Technical University, Darmstadt menemukan bahwa satu dari tiga orang merasa lebih buruk setelah membuka Facebook dan tambah tidak puas dengan hidup mereka. Sedangkan mereka yang sekadar browsing dan tidak melakukan apa-apa adalah pihak yang merasa paling terpukul.

“Kami terkejut melihat banyak orang yang memiliki pengalaman negatif karena rasa iri akibat Facebook dan menjadi kesepian, frustrasi atau marah,” ujar Hanna Krasnova dari Institute of Information Systems di Humboldt University, Berlin, kepada Reuters.

Para peneliti juga mendapati foto-foto liburan dari teman-teman sebagai alasan utama rasa sedih, karena lebih dari setengah rasa iri itu muncul setelah meilihat foto-foto tersebut di Facebook. Menurut Krasnova, interaksi sosial adalah penyebab rasa iri ini, karena para pengguna dapat membandingkan berapa banyak ucapan selamat ulang tahun yang mereka terima ketimbang teman-teman Facebook mereka dan berapa banyak ‘like’ atau komentar diberikan pada foto atau postingan lain.

Krasnova dan para koleganya merangkum hasil studi ini ke dalam laporan berjudul Envy on Facebook: A Hidden Threat to Users’ Life Satisfaction? yang dipublikasikan pada pekan lalu. Dalam laporan ini, para peneliti menyebutkan bahwa kunjungan pasif juga dapat memicu rasa sakit hati.

“Sebagian dari mereka iri dengan kebahagiaan orang lain, cara orang lain berlibur atau bergaul. Penyebaran dan kehadiran situs jejaring sosial terbukti menjadikan pengguna Facebook kurang puas dengan hidup mereka,” tulis laporan tersebut.

Para peneliti mendasari penemuan ini pada dua studi yang melibatkan 600 orang yang hasilnya akan dipresentasikan dalam konferensi sistem informasi di Jerman pada Februari 2013. Studi yang pertama membahas skala, cakupan dan penyebab rasa iri yang dipicu oleh Facebook. Sedangkan studi kedua membahas hubungan rasa iri dengan penggunaan pasif facebook dan tingkat kepuasan hidup.

Para peneliti itu mengatakan, responden untuk kedua studi memang berasal dari Jerman, tapi mereka berpendapat bahwa temuan-temuan ini bersifat umum karena iri adalah perasaan universal yang dapat memengaruhi penggunaan Facebook.

“Dari perspektif pemilik situs, penemuan kami menyiratkan bahwa pengguna menganggap Facebook sebagai lingkungan yang membuat depresi, yang pada akhirnya dapat membahayakan keberlangsungan situs ini,” papar para peneliti Jerman tersebut.

author